Buntut Batalkan Pertunangan, Pria di Jateng Dianiaya Orang Tua Mantan Pacar

Regional

Buntut Batalkan Pertunangan, Pria di Jateng Dianiaya Orang Tua Mantan Pacar

Imam Suripto - detikSumut
Minggu, 28 Jun 2026 03:00 WIB
Ilustrasi pengeroyokan sejoli usai nobar
Foto: Ilustrasi. (dok. detikcom)
Brebes -

Seorang pria di Brebes, Jawa Tengah (Jateng) menjadi korban penganiayaan saat melintas di Desa Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan. Pelaku merupakan orang tua dari wanita bekas pacar korban.

Dilansir detikJateng, peristiwa itu terjadi pada Kamis (25/6) malam lalu. Korban dihajar beberapa orang hingga babak belur.

Aksi pengeroyokan ini pun viral di media sosial. Salah satu yang mengunggah video itu ialah akun Instagram @updatebrebes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video berdurasi 45 detik ini menampilkan aksi pengeroyokan beberapa orang terhadap seorang laki laki. Akun itu menarasikan korban dikeroyok akibat membatalkan pertunangan.

Adapun korban diketahui bernama Tendi yang dikeroyok oleh Cartam bersama beberapa pelaku lain. Tendi dan Cartam merupakan warga Desa Ciseureuh, Ketanggungan.

ADVERTISEMENT

Cartam tak lain merupakan ayah dari wanita yang pernah menjadi pacarnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban bersama seorang rekannya hendak pulang dari wilayah kota Kecamatan Ketanggungan.

Namun saat dalam perjalanan, korban dihadang oleh pelaku di Desa Cukeusal Kidul.

Setelah itu Tendi pun langsung menjadi sasaran pemukulan yang dilakukan secara bersama-sama oleh para pelaku. Akibatnya, korban mengalami luka memar pada bagian wajah dan kepala.

Usai kejadian, korban melaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Ketanggungan, Iptu Rofik Hidayat, membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan tersebut. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti.

Beberapa orang sudah dimintai keterangan terkait kejadian ini.

"Memang ada pengeroyokan. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa pelaku utama yang telah diketahui identitasnya adalah Cartam. Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam proses pencarian identitas oleh petugas," ujarnya Jumat (26/6).

Kata Rofik, peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan cinta antara korban dan keluarga pelaku. Tendi dihajar karena membatalkan pertunangan dengan anak Cartam.

"Korban diketahui telah memutus hubungan pertunangan dengan anak kandung Cartam. Keputusan tersebut diduga memicu rasa marah dan tersinggung dari pihak pelaku," ungkapnya.

Kepada petugas, Tendi mengaku pembatalan dipicu pertengkaran diantara kedua sejoli selama pacaran. Karena merasa tidak ada kecocokan, Tendi pun akhirnya memutuskan untuk membatalkan pertunangannya.

Meski batal, Tendi tidak meminta cincin yang sudah diberikan.

"Pengakuan korban, cewek minta putus saat terjadi pertengkaran. Kemudian korban akhirnya mau membatalkan pertunangan. Masalah pembatalan ini pun sudah diselesaikan keluarga dan korban tidak minta kembali cincin pertunangannya," bebernya.

Artikel ini telah tayang di detikJateng, baca selengkapnya di sini

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Tampang 4 Pelaku Pengeroyokan Anak Disabilitas hingga Tewas di Karawang"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads