Wanita hamil bernama Mulana Kartina Nainggolan (31) ditendang di bagian perut oleh preman saat hendak melewati terowongan Tembung, Kabupaten Deli Serdang. Begini kondisi kandungan korban usai ditendang pelaku.
Kartina mengatakan telah melakukan pengecekan kandungannya usai kejadian tersebut. Dia bersyukur kandungannya yang kini masih berusia 7 minggu itu dalam keadaan sehat.
"Puji Tuhan juga tadi hasil USG-nya, kandungan saya itu sehat," kata Kartina saat diwawancarai di Polrestabes Medan, Kamis (4/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kartina mengatakan ini merupakan anak pertamanya. Sebelumnya, Kartina memang sudah sempat hamil, tetapi sayangnya harus mengalami keguguran.
Oleh karena itu, dia dan suaminya, Manongap Purba (34) sangat menantikan kehadiran bayi di dalam perutnya saat ini.
"Sudah sempat keguguran, puji Tuhan kami dipercayai cepat oleh Tuhan untuk memiliki anak lagi," jelasnya.
Kronologi Kejadian
Dia mengatakan bahwa pada saat itu baru saja pulang bekerja dan dijemput oleh suaminya. Keduanya pun hendak melintasi terowongan di Jalan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan itu.
Namun, saat itu, tengah terjadi tawuran di rel yang berada di atas terowongan tersebut, sehingga membuat Kartina dan suaminya ketakutan untuk melintas.
"Jadi, kami takut melintasi jalan tersebut dan suami saya juga ketakutan karena posisi saya lagi hamil," ujarnya.
Kartina menyebut dirinya tidak ada merekam aksi tawuran itu. Selain itu, kondisi di lokasi juga tidak macet.
Namun, para pelaku memaksa mereka untuk melintas di terowongan yang mana pada saat itu para pelaku tawuran sedang saling lempar batu.
Kartina dan suaminya pun tidak menuruti permintaan para pelaku. Pelaku geram hingga menganiaya pasutri tersebut.
Dia mengatakan sempat ingin mengeluarkan telepon genggamnya untuk merekam aksi penganiayaan yang dilakukan para pelaku ke suaminya. Niatnya, video itu akan dijadikan Kartina sebagai bukti saat akan membuat laporan ke polisi.
Namun, belum sempat merekam aksi penganiayaan itu, pelaku menepisnya dan menendang perut korban.
"Suami saya sudah dibaku hantam, saya kesempatan untuk memvideokan kejadian itu biar saya bisa melapor ke kantor polisi terdekat. Namun, tidak jadi saya merekam karena hp saya terlempar, dijatuhkan," jelasnya.
Selain dianiaya, salah seorang pelaku juga menodongkan senjata ke korban. Dia mengaku sangat kesakitan usai perutnya ditendang oleh para pelaku.
Namun, sakit itu tidak begitu dipikirkannya karena memikirkan suaminya yang juga dianiaya para pelaku.
"Suami saya masih ada lukanya di bagian dagu, di pipinya. Saya berterima kasih ke polisi yang telah menangkap pelaku," pungkasnya.
Untuk diketahui, peristiwa ini terjadi di Jalan Baru, Kecamatan Percut Sei Ruan, Rabu (3/6). Ada dua pelaku yang ditangkap oleh petugas kepolisian, yakni Zul Yarham Lubis (46) dan Julpikar Lubis (37). Keduanya merupakan saudara kandung.
Simak Video "Video: Polisi Evakuasi Eks Polwan Yuni Usai Rumahnya Digeruduk Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(fnr/mjy)
