Pria di Bogor Tipu SPBU Modus Tarik Tunai dengan Pakai Pelat Palsu

Nasional

Pria di Bogor Tipu SPBU Modus Tarik Tunai dengan Pakai Pelat Palsu

Rizky Adha Mahendra - detikSumut
Senin, 01 Jun 2026 11:01 WIB
Mobil pelat alsu tipu SPBU di Bogor
Foto: Mobil pelat alsu tipu SPBU di Bogor (dok. istimewa)
Bogor -

Seorang pria diduga melakukan aksi penipuan di sebuah SPBU di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Pelaku menjalankan aksinya dengan modus tarik tunai menggunakan bukti transfer palsu.

"Peristiwa pertama diketahui terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026. Dengan modus yang terbilang nekat, pelaku mengisi bahan bakar jenis pertamax dan meminta layanan tarik tunai kepada petugas SPBU," kata Kapolsek Cileungsi Kompol Edison, Senin (1/6/2026).

Setelah itu, pelaku memperlihatkan bukti transfer yang ternyata palsu kepada petugas SPBU. Merasa transaksi telah selesai, pelaku kemudian meninggalkan lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari catatan pihak SPBU, pelaku telah dua kali berhasil menjalankan aksinya di tempat yang sama dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp 2 juta," bebernya.

Edison menjelaskan, pelaku kembali mencoba menjalankan modus serupa untuk ketiga kalinya pada Sabtu (30/5). Namun kali ini aksinya gagal dilakukan.

ADVERTISEMENT

"Anggota Polsek Cileungsi yang dibantu petugas SPBU berhasil mengamankan pelaku di lokasi kejadian," tuturnya.

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa kendaraan yang digunakan merupakan mobil pinjaman milik temannya. Selain itu, pelaku juga diketahui memakai pelat nomor palsu saat beraksi.

"Untuk melancarkan aksinya, pelaku bahkan nekat menggunakan mobil yang dipasangi pelat nomor dinas kepolisian palsu. Pelat nomor tersebut diketahui dipesan dari pembuat pelat nomor di pinggir jalan guna mengelabui petugas dan korban," sebutnya.

Saat ini, pelaku berikut barang bukti telah diamankan di kantor polisi untuk proses lebih lanjut. Aparat kepolisian masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejadian lain maupun korban tambahan.

"Polisi masih terus melakukan pengembangan kasus guna mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejadian lain maupun korban tambahan," pungkas Edison.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads