Kasus Tukang Pangkas Ditodong Pistol Dilimpahkan ke Polrestabes Medan

M Ilham Pradila - detikSumut
Kamis, 23 Apr 2026 22:42 WIB
Foto: Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan (dok. Mhd Ilham Pradilla/detikSumut)
Medan -

Polda Sumatera Utara melimpahkan berkas perkara kasus penodongan pistol terhadap tukang pangkas di Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, ke Polrestabes Medan. Sedangkan dua polisi yang menodongkan pistol dikenakan sanksi penempatan khusus (patsus).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan bahwa terdapat empat orang yang terlibat dalam kasus ini. Dua orang merupakan warga sipil yang perkaranya telah dilimpahkan ke Polrestabes Medan, sedangkan dua lainnya yang merupakan anggota Polri dikenai penempatan khusus (patsus).

"Untuk yang sipil sudah kami proses dan telah dilimpahkan ke Polrestabes Medan untuk pidana umumnya," ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Kuasa hukum korban atas nama DH, Aliyus Laila, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima surat pelimpahan berkas perkara terhadap dua warga sipil yang terlibat dalam penodongan pistol. Adapun surat pelimpahan tersebut berupa Pemberitahuan Pelimpahan Laporan Polisi Nomor: LP/B/569/IV/2026/SPKT/Polda Sumatera Utara, tanggal 13 April 2026, dengan terlapor Darman Hulu, terkait dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama.

"Dua laporan tersebut telah dilimpahkan ke Polrestabes Medan," ucapnya.

Peristiwa ini awalnya viral di media social. Awalnya ada empat pria ngaku polisi menodongkan senjata api dan melakukan intimidasi terhadap tukang pangkas di Jalan Mustafa.

Dalam video yang beredar dilihat detikSumut Kamis (16/4/2026), terlihat tukang pangkas terlibat cekcok dengan para pria tersebut. Salah seorang di antaranya kemudian menodongkan benda yang diduga senjata api. Cekcok tersebut berujung penganiayaan di lokasi kejadian.

Viky Nduru, seorang korban sekaligus tukang pangkas mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (6/4) sekitar pukul 02.06 WIB. Saat itu, dia bersama temannya sedang berboncengan sepeda motor.

Sesampainya di simpang lampu merah Glugur Darat, tepatnya di Jalan Bambu, Viky dan temannya diikuti empat orang yang mengaku sebagai polisi. Mereka mengendarai tiga sepeda motor.

Keempat orang tersebut berupaya menghentikan kendaraan korban. Namun, kondisi jalan yang gelap membuat korban panik dan memilih tancap gas.

"Jadi ada yang manggil dan memaki kami. Terus teman saya bilang, 'Siapa itu?' dia pun menyuruh saya untuk melanjutkan perjalanan," kata Viky.

Setiba di Jalan Alfalah Raya, keempat orang tersebut terus mengejarnya dan menghadang kendaraan mereka. Tak hanya itu, dua dari empat orang tersebut juga mengeluarkan pistol dari kantong celana mereka. Korban mengaku terus mendapat makian.

"Kami langsung kabur dan menuju ke tempat pangkas," ujarnya.



Simak Video "Video: Polisi Gagalkan Penyelundupan 22 Kg Sabu dalam Tangki Mobil di Medan"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork