Dewan Pengurus Daerah Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Riau mendesak Kapolres Rokan Hilir Isa Imam Syahroni dan Kapolsek Panipahan dievaluasi. Desakan ini buntut aksi ratusan massa menggruduk rumah dan bakar kendaraan diduga milik bandar narkoba di Rokan Hilir.
Ketua Granat Riau, Dr Freddy Simanjuntak mengkritisi tajam insiden yang membuat heboh di Negeri Seribu Kubah. Apalagi, masyarakat disebut sudah melaporkan ke pihak kepolisian terkait maraknya peredaran narkoba.
"Terkait insiden Panipahan ini, prinsipnya kita sangat menyesalkan kejadian itu. Kita bilang masyarakat anarkis tidak bisa juga, karena informasi teman-teman di sana masyarakat sudah memberitahu ke Polsek dan Polres, artinya ini ada pembiaran makanya terjadi tindakan anarkis," kata Freddy, Sabtu (11/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Freddy menyebut kepolisian setempat seharusnya bertindak cepat setelah menerima laporan. Sehingga masyarakat tidak krisis kepercayaan yang berujung bertindak sendiri menggeruduk markas diduga bandar narkoba tersebut.
"Harusnya kalau ada laporan Polres dan Polsek cepat bertindak. Kalau sampai terjadi begini, artinya masyarakat muak dan krisis kepercayaan sama Polsek di situ. Menurut hemat saya, Pak Kapolda tolong Kapolres dan Kapolsek dievaluasi, copot!," tegas Freddy.
Freddy mengungkap selama ini jajaran Polda Riau terus gencar dalam pemberantasan narkotika. Namun mirisnya, jajaran dibawa seperti Polres Rohil dan Polsek dinilai tutup mata.
"Ini harapan kita kepada Kapolda Riau, Polda itu gencar dan komitmen pemberantasan. Tapi sayang, di bawah tidak mengikuti. Padahal kalau kita bicara P4GN ini ya paling penting peran serta masyarakat," katanya.
Untuk itu, Freddy secara tegas meminta Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengevaluasi kedua pejabat yang bertanggungjawab. Sehingga tidak ada tindakan anarkis di lapangan.
"Kita menyesalkan ini, namun dua yang bertanggungjawab ini harus dievaluasi (Kapolres dan Kapolsek). Harusnya kan bisa ditangani, rumah itu tidak salah, tapi karena itu disinyalir dan masyarakat tahu ya jadi sasaran. Masyarakat tidak bisa disalahkan," katanya.
Selain itu, Granat juga kerap mewanti-wanti wilayah pesisir Riau yang jadi pintu masuk peredaran narkoba dari luar negeri. Panipahan, disebut salah satu jalur yang rawan.
Untuk itulah, jajaran Polsek seharusnya peka terhadap laporan masyarakat. Termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba di Panipahan.
"Jadi Panipahan ini juga jalur rawan masuk dari luar, artinya ini pesisir yang APH harus perketat pengawasan," katanya.
Granat Minta Bandar Ditangkap
Selain soal evaluasi Kapolres dan Kapolsek, Freddy juga minta jajaran Polda Riau turun gunung. Pelaku yang kini telah jadi biang kerok wajib ditangkap.
"Paling penting ini pelaku ditangkap dan tidak ada toleransi lagi. Kalau ada oknum bermain, tindak," kata Freddy.
Sebelumnya ratusan massa menggeruduk rumah diduga bandar narkoba di Panipahan. Tak hanya itu, massa juga membakar sepeda motor dan melempari rumah pakai baru.
Aksi ini disebut-sebut karena massa kesal marak terjadi peredaran narkoba dan tak ada tindakan tegas. Terlihat saat massa aksi mencurahkan kekesalan dan membawa spanduk berisi kritikan agar bandar ditangkap.
