Tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Muh Taufik (29) tewas diduga setelah dianiaya oleh petugas. Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap, Perimansyah, membantah tudingan tersebut.
Paman korban, Safaruddin dg Nompo, mengatakan korban dilaporkan tewas di RSUD Nene Mallomo Sidrap, Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 09.52 Wita. Ia menilai kematian korban yang dilaporkan Rutan itu janggal.
"Sangat memprihatinkan (kondisinya). Banyak luka-luka di badannya. Di lehernya itu kayak tali dijerat, ditarik dari belakang. Bibirnya pecah, kayak sudah dipukul," ujarnya dikutip detikSulsel Kamis (20/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Safaruddin menjelaskan pihak keluarga menerima informasi yang bertolak belakang. Petugas Rutan mengatakan Taufik gantung diri menggunakan sarung, namun informasi dari sesama tahanan menyebutkan korban dipukul.
"Informasi dari temannya di dalam, dia dipukul dua hari. Sudah dua hari dipukul baru meninggal, kemudian dibawa ke rumah sakit. Sedangkan di pihak Rutan bilang gantung diri pakai sarung, tapi bekas di lehernya itu bukan bekas sarung, itu tali," tegasnya.
Selain luka di wajah dan leher, Safaruddin mengungkapkan terdapat lebam di sekujur tubuh korban. Terutama di bagian lengan kanan, kiri, hingga punggung.
"Iya, sempat saya lihat. Bibirnya pecah, lehernya kayak terikat. Di badannya, lengan sebelah kanan dan kiri, lebam semua sampai belakang, kayak habis dipukul sapu lidi," ungkapnya.
Safaruddin berharap, pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kematian Taufik. Dia curiga, ponakannya tewas karena dianiaya oleh pihak petugas rutan.
"Jadi mohon kepada pihak berwajib ini untuk segera diusut tuntas atas kematian keponakan saya. Dia jadi sangat-sangat tidak terima dengan keadaan karena informasi yang saya dapat ini sangat berbeda memang," ujarnya.
Kepala Rutan Bantah
Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap, Perimansyah mengungkapkan, korban sempat ingin gantung diri di dalam sel. Dia mengatakan, korban menggantung lehernya memakai sarung.
"Petugas jaga menerima laporan dari penghuni kamar bahwa ada seorang narapidana yang melakukan upaya bunuh diri. Korban ditemukan dalam posisi leher tergantung menggunakan kain sarung yang diikatkan di jendela ventilasi kamar," ujar Perimansyah.
Kemudian petugas blok langsung bergerak cepat membuka pintu kamar A1 untuk memberikan pertolongan pertama. Petugas segera melepas ikatan sarung yang menjerat leher Taufik.
"Setelah petugas blok menerima laporan, petugas segera membuka kamar A1 untuk dilakukan pertolongan pertama. Dengan membuka ikatan sarung yang ada di leher narapidana tersebut dan segera dibawa ke klinik," katanya.
Perimansyah membantah korban tewas gegara dianiaya petugas. Dia mengklaim, luka yang ada di tubuh korban itu bekas ikatan tali.
"Bekas ikatan tali kalau difoto. Di leher bekas tali itu saya dapat foto waktu mau dikafani," ungkapnya.
Dia juga mengaku menerima laporan medis korban dari pihak rumah sakit. Perimansyah mengungkapkan, korban tewas usai hendak melakukan upaya bunuh diri.
"Laporan dari tim medis sama dokter (penjelasan lukanya)," pungkasnya.
Simak Video "Video: Ada 4 Kasus Anak Bunuh Diri di Awal 2026, Ini Kata Menkes"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































