Mahasiswa USU Diduga Dibegal Pria Ngaku Polisi-Diperas Oknum TNI yang Nolong

Finta Rahyuni - detikSumut
Selasa, 24 Feb 2026 23:31 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Medan -

Seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Farhan Arisy Pakpahan (23) mengalami percobaan pembegalan di Kota Medan, oleh dua pria yang mengaku-ngaku sebagai personel kepolisian. Belakangan, korban juga diduga dimintai sejumlah uang oleh oknum TNI yang awalnya menolongnya.

Farhan mengatakan percobaan pembegalan itu terjadi pada 13 Februari 2026 sekira pukul 23.30 WIB di depan pemakaman Kristen di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Baru. Saat itu, Farhan baru saja pulang mengantar teman kerjanya ke dekat Pajak USU, tak jauh dari lokasi kejadian.

Pada saat Farhan hendak pulang menuju rumah kosnya, dia tiba-tiba dipepet dan dicegat dua orang pria. Satu di antaranya mengenakan jaket ojek online dan satu lagi mengenakan jaket layanan pesan antar makanan dan diduga hendak merampas sepeda motor korban.

"Pas saya mau balik lagi ke kos, ada dua orang yang langsung mencegat saya, satu orang ngambil kunci, satu orang langsung memiting," kata Farhan, Selasa (24/2/2026).

Saat dipiting itu, Farhan pun berteriak meminta tolong dan meneriaki kedua pria itu sebagai begal. Warga pun berdatangan.

Pada saat warga sudah ramai, kedua pria itu pun langsung mengaku-ngaku sebagai personel kepolisian yang hendak menangkap Farhan. Mahasiswa semester 8 itu dituduh sebagai pelaku pemerkosaan anak di bawah umur.

"Mereka mengaku polisi, sempat saya mau dibawa dia, kata mereka 'ayo ikut kami, kami polisi' katanya," jelasnya.

Farhan sempat melarikan diri dengan sepeda motornya. Namun, belakangan Farhan ditangkap lagi. Farhan mengaku sempat dipukuli di bagian perut oleh para pria itu serta diancam menggunakan obeng. Tak hanya itu, Farhan mengaku juga sempat mendapatkan kekerasan fisik dari warga.

Setelah itu, Farhan pun hendak dibawa ke rumah kepala lingkungan (kepling) setempat. Tak lama, ada seorang pria yang disebut Farhan merupakan oknum TNI yang bertugas di Kodam I/BB inisial O. Farhan merasa O menyelamatkannya dari peristiwa itu.

"Tak lama datang tentara, kayak pahlawan lah," ujarnya.

Oknum TNI itu membawa Farhan ke atas sepeda motor O. Farhan sempat memberontak karena merasa diperlakukan sebagai pelaku. Selain itu, dia juga kepikiran dengan nasib sepeda motornya karena takut dibawa kabur para pelaku.

Belakangan, Farhan dibawa ke kepling setempat. Posisinya, Farhan dibonceng O, sedangkan sepeda motor Farhan dibawa oleh teman oknum TNI, inisial A. Awalnya, O mengaku tidak kenal dengan A tersebut.

Tak hanya sepeda motor, A juga meminta Farhan untuk menyerahkan tasnya dengan dalih untuk membantunya membawanya. Di tas tersebut ada sejumlah alat elektronik, seperti earphone dan tablet.

Namun, ternyata kepling tersebut tidak berada di rumah. Saat Farhan dibawa ke rumah kepling, momen itu ternyata dimanfaatkan oleh kedua pelaku percobaan pembegalan untuk melarikan diri.

"Saya dibonceng (oknum TNI), tas ku pun rupanya sudah dirogoh-rogohnya, tapi aku nggak sadar. Kawan TNI itu yang bawa motorku, sama tas," sebut Farhan.

Farhan pun diantar pulang ke kosnya oleh oknum TNI itu, sedangkan motornya tetap dibawa oleh teman oknum TNI tersebut. Merasa telah diselamatkan, Farhan pun memberikan sedikit imbalan untuk oknum TNI itu.



Simak Video "Video Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank Dituntut Bayar Restitusi Rp5,8 M"


(fnr/nkm)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork