Brigadir Wisnu Ngaku Disuruh Hakim PN Rangkasbitung Beli Sabu

Brigadir Wisnu Ngaku Disuruh Hakim PN Rangkasbitung Beli Sabu

Farid Achyadi Siregar - detikSumut
Selasa, 04 Okt 2022 21:44 WIB
Ilustrasi kasus sabu para hakim PN Rangkasbitung.
Ilustrasi hakim nyabu. (Foto: Edi Wahyono)
Medan -

Brigadir Wisnu menjalani sidang lanjutan sebagai terdakwa pengiriman sabu ke hakim PN Rangkasbitung. Oknum polisi di Polrestabes Medan itu ngaku nekat mengirimkan sabu karena ada permintaan dari Yudi Rozadinata, hakim PN Rangkasbitung.

Awalnya majelis hakim yang memimpin sidang Oloan Silalahi meminta kepada terdakwa agar menjelaskan apa yang ia ketahui mengenai pengiriman sabu tersebut.

"Saya disuruh sama Yudi untuk membeli sabu yang mulia," kata Wisnu di PN Medan, Selasa (4/10/2022).


Setelah Wisnu mengatakan hal tersebut, hakim kembali bertanya berapa banyak sabu yang ia kirimkan kepada Yudi. Wisnu mengatakan bahwa ia mengirim sabu tersebut sebanyak 20 gram.

Setelah mendengarkan keterangan terdakwa, hakim kemudian bertanya kepada penasehat hukum apakah ada saksi yang bisa dihadirkan untuk meringankan terdakwa.

"Ada saksi yang mau dihadirkan untuk meringankan terdakwa?, " tanya Oloan.

"Untuk itu, tidak ada yang mulia," jawab penasehat hukum.

Kemudian itu, setelah mendengar seluruh keterangan terdakwa dan jawaban Penasehat hukum. Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan depan dalam agenda tuntutan.

"Baik ya, persidangan kita tunda hingga pekan depan dalam agenda tuntutan," ucap hakim menutup sidang.

Dalam dakwaan berdasarkan SIPP PN Medan, diketahui bahwa peristiwa itu berawal pada Jumat (13/5), Wisnu mengirim sabu seberat 20 gram, melalui kantor agen jasa pengiriman barang di Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Kemudian, pada (17/5/2022), pengiriman sabu itu tercium, oleh dua anggota BNN. Pengiriman itu ditujukan kepada Raja Adonia Sumanggam Siagian, alamatnya di Pengadilan Negeri Rangkas Bitung Jalan R.A Kartini, Kabupaten Lebak Banten.

Kemudian, anggota BNN itu menunggu di kantor agen jasa pengiriman barang, Kecamatan Rangkasbitung. Kemudian, mereka menangkap Raja Adonia saat hendak mengambil paket yang dikirim terdakwa, Raja Adonia kemudian ditangkap petugas BNN.

"BNN melakukan penangkapan terhadap saksi Raja Adonia dan ditemukan dan disita barang bukti 1 buah plastik klip bening yang diberi kode A narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan kurang lebih 19,371 gram dan satu buah plastik klip bening, yang diberi kode B narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan kurang lebih 1,263 gram," tulis jaksa.

Selanjutnya Raja Adonia diinterogasi, dia mengakui bahwa paket tersebut milik Yudi Rozadinata. Selanjutnya BNN menangkap Yudi di ruang kerjanya yang berada di Lantai 2 di Pengadilan Negeri Rangkas Bitung

Yudi mengakui telah menyuruh saksi Raja Adonia untuk mengambil satu paket sabu seberat 20 gram yang dikirim atas nama Dewa dari Kota Medan.

"Di mana narkotika jenis sabu tersebut diperoleh dengan cara membeli dari terdakwa M. Wisnu Wardhana yang berada di Kota Medan seharga Rp 14.250.000 yang dikirim melalui Agen Jasa Pengiriman TIKI," kata jaksa.



Simak Video "Positif Narkoba! Dua Hakim PN Rangkasbitung Dibekuk BNN"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)