Klaim Asuransi Tak Dibayar, Nasabah di Medan Minta OJK Turun Tangan

Tim detikSumut - detikSumut
Kamis, 29 Sep 2022 21:43 WIB
Junirwan Kurnia
Foto: Junirwan Kurnia (tengah) saat memberikan keterangan di Medan (Arfah/detikSumut)
Medan -

Nasabah asal Kota Medan, Jhoni Halim, mengaku klaim asuransinya belum juga dibayar oleh asuransi PT. Panin Dai-Ichi Life meski sudah ada putusan tetap dari pengadilan. Nasabah itu pun meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan menangani persoalan ini.

"Jadi kunci permasalahan ini sekarang ada di OJK. Atas dasar itu kami serahkan permasalahan ini ke OJK," ucap tim pengacara dari Jhoni Halim, Junirwan Kurnia di Medan, Kamis (29/8/2022).

Junirwan mengatakan pembayaran klaim kepada kliennya itu awalnya Rp 1 miliar. Namun jumlah itu kini terus bertambah dengan bunga sebagaimana yang diputuskan oleh pengadilan.


Junirwan mengatakan memang PT. Panin Dai-Ichi Life melakukan gugatan persoalan ini hingga ke Mahkamah Agung. Namun, Junirwan menyebut kliennya telah memenangkan gugatan itu sesuai keputusan Mahkamah Agung nomor 674 PK/Pdt/2022.

"Dari sisi hukum nggak ada penghalang lagi bagi OJK karena klien kami yang berhak menerima pembayaran klaim," sebut Junirwan.

Junirwan mengatakan hingga kini pihak asuransi tersebut belum ada itikad baik untuk membayarkan klaim kepada kliennya. Untuk itu dia meminta ketegasan dari OJK terhadap perusahaan asuransi tersebut.

"Kami sudah bersurat ke OJK terkait persoalan ini, namun hingga kini OJK belum memberitahukan bagaimana proses yang sedang dijalankan mereka untuk hal ini. Tidak ada alasan OJK untuk takut dengan perusahaan yang seperti ini," sebut Junirwan.

Sesuai Pasal 77 Ayat (1) POJK No 69/POJK.05/2016, OJK bisa melakukan peringatan tertulis, pembatasan kegiatan usaha, untuk sebagian atau seluruh kegiatan usaha dan sampai pada pencabutan izin usaha.

Sementara di Pasal 77 Ayat (4) nya bahwa selain sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dan Ayat (2), OJK dapat menambahkan sanksi tambahan berupa larangan untuk memasarkan produk asuransi, kemudian larangan menjadi pemegang saham, pengendali, direksi, dewan komisaris, atau yang setara dengan pemegang saham, pengendali, direksi dan dewan komisaris atau menduduki jabatan eksekutif di bawah direksi atau yang setara dengan jabatan eksekutif di bawah direksi pada perusahaan perasuransian.

"Apabila PT Panin Dai-Ichi Life tidak memenuhi kewajibannya, maka kami akan melaporkan permasalahan ini kepada Komisi XI DPR RI. Kami akan melaporkan OJK ke anggota DPR. Kami juga minta KPK untuk mengawasi OJK," jelas Junirwan.



Simak Video "Sakit Hati Dibilang Pengangguran, Pria di Medan Tusuk Keponakan"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)