MA Tolak PK Asuransi yang Tak Bayar Klaim Nasabah di Medan

MA Tolak PK Asuransi yang Tak Bayar Klaim Nasabah di Medan

Tim detikSumut - detikSumut
Rabu, 31 Agu 2022 23:10 WIB
Junirwan Kurnia
Junirwan Kurnia (tengah) saat memberikan keterangan di Medan (Arfah/detikSumut)
Medan -

Mahkamah Agung (MA) RI menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang dilayangkan PT Panin Dai-Ichi Life atas klaim pertanggungan nasabahnya asal Kota Medan atas nama Jhoni Halim. Sebelumnya gugatan Jhoni Halim dimenangkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Dikutip dari laman informasi perkara MA, Selasa (30/8/2022), upaya hukum luar biasa dengan nomor register 674 PK/PDT/2022 itu diputus oleh majelis pemeriksa Hakim P1 Sudrajad Dimyati SH MH, Hakim P2 DR Pri Pambudi Teguh SH MH dan Hakim P3 Syamsul Ma'aruf SH LLM Phd dengan amar putusan ditolak.

Atas putusan itu, Jhoni Halim melalui kuasa hukumnya Junirwan Kurnia SH dari kantor hukum Kurniawan & Associates menyurati Ketua Otorita Jasa Keuangan (OJK) agar menindak tegas PT Panin Dai-Ichi Life.


Pasalnya, meski telah dilakukan sita eksekusi oleh pihak pengadilan, yakni pemblokiran terhadap dua rekening bank PT Panin Dai-Ichi Life, ternyata ditemukan isi uang yang diduga telah sengaja dikosongkan.

"Adanya dugaan seperti yang dikatakan klien kami, maka kami telah menyurati Ketua OJK untuk melakukan pemeriksaan investigasi terhadap perusahaan asuransi tersebut," ucap Junirwan kepada wartawan di PN Medan, Selasa (30/8/2022).

Jhoni Halim sendiri mengaku kecewa terhadap perusahaan tersebut karena mengingkari atau tidak patuh terhadap hukum atas keputusan pengadilan di Indonesia.

Di mana nasabah yang harusnya menerima pembayaran pertanggungan senilai Rp 1 miliar, ditambah bunga 10% setiap bulan sampai hari ini belum dilaksanakan Panin Dai-Ichi Life. Total yang harus dibayarkan kurang lebih Rp 7 miliar.

Lebih lanjut Junirwan menceritakan kronologis perkara itu dimulai pada tahun 2017 dimana Rudy, anak Jhoni Halim meninggal dunia. Lalu Jhoni Halim mengajukan klaim pencairan pertanggungan kepada Panin Dai-Ichi Life senilai Rp 1 miliar namun dengan berbagai alasan tidak dibayarkan.

Setelah satu tahun perusahaan tersebut tidak menunjukkan itikad baik, Jhoni Halim menggugat PT Panin Dai-Ichi Life ke PN Medan dengan register perkara No.837/Pdt.G/2018/PN.Mdn yang diputus pada 25 Juni 2019. Amar putusannya menghukum perusahaan asuransi itu untuk membayar kerugian Jhoni Halim akibat meninggalnya si tertanggung berdasarkan Polis No. 2015004895 sebesar Rp 1 miliar ditambah bunga sehingga bila ditotal sebesar Rp 7 miliar.

"Putusannya menyatakan PT Panin Dai-Ichi Life wanprestasi dan harus bayar pertanggungan Rp 1 miliar ditambah dengan bunga 10% setiap bulan terhitung sejak klaim diajukan pada November 2017 sampai dibayar lunas," terang Junirwan didampingi rekannya, Adamsyah, Mardi Santiwijaya dan Amwizar.

Tidak terima dengan putusan itu, lalu PT Panin Dai-Ichi mengajukan upaya hukum, lagi-lagi ditolak majelis hakim di tingkat Pengadilan Tinggi Medan dan Kasasi di MA. Terakhir, perusahaan asuransi dengan 95 persen sahamnya milik PT Panin Internasional itu mengajukan PK. Upaya hukum luar biasa itupun kandas di majelis pemeriksa PK. Majelis dalam amar putusannya menyatakan permohonannya ditolak.

Akhirnya perkara itupun telah berkekuatan hukum tetap dan karena Panin Dai-Ichi Life berada di wilayah hukum PN Jakarta Barat, maka Ketua PN Medan meminta bantuan PN Jakarta Barat untuk melakukan sita eksekusi/pemblokiran terhadap dua rekening bank milik PT Panin Dai-Ichi Life.



Simak Video "Sakit Hati Dibilang Pengangguran, Pria di Medan Tusuk Keponakan"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)