PJU Polda Riau Saling Lempar Soal Kasus Polwan Sekap-Aniaya Perempuan

Riau

PJU Polda Riau Saling Lempar Soal Kasus Polwan Sekap-Aniaya Perempuan

Raja Adil Siregar - detikSumut
Kamis, 29 Sep 2022 12:54 WIB
Riri Aprilia Kartin (27) saat menunjukkan bekas memar akibat dianiaya oleh oknum polwan. (Raja Adil/detikSumut)
Korban penganiayaan dan penyekapan oknum polwan. (Foto: Raja Adil Siregar/detikSumut)
Pekanbaru -

Dua pejabat utama (PJU) Polda Riau saling lempar saat ditanya perkembangan penanganan kasus oknum polwan Brigadir Ira Delfia Roza, yang menyekap dan menganiaya seorang perempuan di Pekanbaru. Dua PJU yang saling lempar itu yakni Wakapolda Riau Brigjen Pol Tabana Bangun dan Kepala Bidang (Kabid) Propam Kombes J Setiawan yang menolak untuk diwawancarai.

Penolakan itu disampaikan Tabana dan Setiawan usai rilis pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolda Riau. Tabana yang ditemui usai pemusnahan meminta awak media menanyakan perkembangan kasus ke Kabid Propam.

"Sama kabid saja ya (sambil menunjuk ke arah Kabid Propam)," kata Tabana sambil meninggalkan lokasi, Kamis (29/9/2022).


Awak media kemudian minta penjelasan kepada Kabid Propam terkait kasus yang menjerat bintara Polri tersebut. Namun Setiawan menolak menjelaskan dan buru-buru meninggalkan lokasi.

"Sama Kabid Humas," kata Setiawan buru-buru.

Diketahui Riri melaporkan polwan Brigadir Ira dan ibunya ke SPKT Polda. Laporan itu atas dugaan penyekapan dan pemukulan di kontrakan daerah Sukajadi, Pekanbaru.

Riri mengaku dipukuli karena hubungan asmara dengan adik Ira, Brigadir RZ tak direstui. Atas laporan tersebut polisi pun bergerak cepat dan menetapkan Ira dan ibunya, Yulianis sebagai tersangka.

Tak sampai di situ, 2 hari setelah laporan Riri dibuat. Ada pula seorang wanita, AS melapor terkait dugaan pelanggaran ITE yang dilakukan Riri.



Simak Video "Dramatis! Proses Evakuasi Anak Gajah dari Galian di Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/dpw)