Riau

Wanita Disekap-Dipukuli Polwan Diperiksa Propam Polda Riau

Raja Adil Siregar - detikSumut
Rabu, 28 Sep 2022 16:08 WIB
Riri Aprilia Kartin (27) saat menunjukkan bekas memar akibat dianiaya oleh oknum polwan. (Raja Adil/detikSumut)
Foto: Raja Adil Siregar
Pekanbaru -

Riri Aprilia Kartin (27) wanita yang disekap dan dipukuli oknum polwan Brigadir Ira Delfia Roza (33) dan ibunya Yulianis (58) diperiksa Bid Propam Polda Riau. Riri diminta menjelaskan kronologis kejadian.

"Diperiksa tadi tidak sampai 3 jam. Waktu diperiksa ditanya tentang kronologis saja tadi," kata pengacara Riri, Afriadi Andika, Rabu (28/9/2022).

Selain Riri, sejumlah saksi juga diperiksa. Saksi yang diperiksa di antaranya adalah warga sekitar yang melihat saat kejadian.


"Yang diperiksa bersamaan tadi ada Riri sama saksi dua orang. Saksi dari warga yang melihat waktu kejadian juga," kata Andika.

Selama proses pemeriksaan, Riri disebut dapat memberi keterangan dengan baik. Termasuk untuk kesehatannya juga telah membaik setelah sempat down.

Pemeriksaan dilakukan terkait laporan atas dugaan penyekapan dan penganiayaan. Di mana Polda Riau memastikan kasus akan diusut tuntas.

"Kami tentu menyampaikan terimakasih ke teman-teman Polda Riau atas atensi kasus ini. Terimakasih karena kasusnya ditangani baik dan pelaku juga ditindak sesuai sanksi disiplin di kepolisian," katanya.

Sebelumnya Riri mengaku disekap dan dianiaya Brigadir Ira anggota Polda Riau yang bertugas di BNN. Korban yang semula dianiaya di kontrakan, sempat dibawa pelaku dan rekannya ke BBN Provinsi Riau.

Kepada detikSumut, Riri awalnya mengaku dipukuli dan disekap saat berada di kontrakannya di daerah Sukajadi, Pekanbaru. Tak sampai di situ, Brigadir Ira bahkan minta bantuan ke rekan kerjanya di BNN Riau.

"Karena tidak puas kakaknya ini, dia mulai menghubungi tim kerja dia di BNN. Orang BNN itu datang karena IR bilang dikeroyok oleh preman," kata Riri, Sabtu pekan lalu.

Saat itu, Riri sedang bersama Brigadir RZ-adik Brigadir Ira. RZ sendiri merupakan kekasih Riri yang tak direstui oleh keluarga polisi itu.

Setiba di kontrakan, kelima rekan kerja Brigadir Ira dari BNN langsung memborgol Brigadir RZ. Bahkan RZ dipukul karena dia dikira preman yang dimaksud Ira.

Setelah situasi tenang, Riri pun dibawa ke kantor BNN Riau di Jalan Pepaya. Namun Riri mengaku tak tahu apa tujuan Brigadir Ira membawanya ke kantor tersebut.

"Saya dibawa sama kawan-kawannya ke BNN (kantor BNN Provinsi Riau). Alasan saya diamankan, tapi di mobil malah saya dipukul lagi sama polwan ini. Teman dia yang bawa itu ada lima orang, orang BNN itu," katanya.

Setelah 30 menit di BNN Riau, Riri akhirnya diperbolehkan pulang. Ia yang mengalami luka akibat dicakar, dijambak dan memar di tangan kiri akhirnya melapor ke Polda Riau.

"Setelah sekitar 30 menit saya di BNN baru dilepaskan. Dari situlah saya langsung ke SPKT Polda untuk buat laporan. Lalu untuk si pacar saya pulang dibawa sama ibunya," katanya.



Simak Video "Dramatis! Proses Evakuasi Anak Gajah dari Galian di Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/afb)