Tak Terima Terdakwa Divonis Ringan, Nenek Ini Nangis di PN Medan

Tak Terima Terdakwa Divonis Ringan, Nenek Ini Nangis di PN Medan

Farid Achyadi Siregar - detikSumut
Rabu, 28 Sep 2022 20:22 WIB
Rahmi saat menangis di PN Medan (Farid/detikSumut)
Rahmi saat menangis di PN Medan (Farid/detikSumut)
Medan -

Seorang nenek bernama Rahmi Elita menangis histeris di PN Medan. Ia menangis setelah mendengar vonis terhadap tiga terdakwa yang menganiaya dirinya.

Pantauan detikSumut di lokasi, Rahmi ke luar dari ruang Cakra VI PN Medan sekitar pukul 17.00 WIB. Di depan ruang sidang dia menangis sembari teriak meluapkan kekecewaannya.

Rahmi pun bercerita ia menangis karena vonis yang dijatuhkan hakim terlalu ringan atas penganiayaan yang dialaminya. Padahal ia mengaku sudah mengalami cacat akibat peristiwa penganiayaan itu.


"Tuntutan enam bulan, divonis hakim bebas. Nggak ada itu percobaan-percobaan. Pelakunya tiga orang, aku sudah cacat gegara mereka, mataku cacat, gigiku copot," ujarnya sembari menangis.

Dalam tangisnya itu, ia mengaku kecewa dengan vonis yang dijatuhkan hakim kepada ketiga terdakwa yang telah menganiayanya. Nenek itu juga mengatakan ia merasa lelah mencari keadilan di PN Medan.

"Capek aja aku cari keadilan di sini. Sebelumnya bu hakim berjanji sama aku, mana mungkin mereka itu nggak ditahan," ucapnya lagi.

Setelah ditanya lebih dalam, diketahui kalau ketiga terdakwa yang mengeroyok dirinya baru saja divonis majelis hakim dengan pidana enam bulan penjara dengan masa percobaan tiga bulan.

Sementara pada persidangan lalu, JPU Rocky Sirait menuntut Dina Mursalina (terdakwa I), Putri Saljuwita (II) dan Jhodi Frananta agar dipidana masing-masing enam bulan penjara dengan perintah agar terdakwa ditahan.

JPU menilai ketiga terdakwa telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana Pasal 351 ayat (1) KUHPidana jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagaimana dakwaan kesatu.

Mendengar nenek tersebut menangis di sekitar ruangan sidang. Beberapa agenda sidang sempat diskors menunggu nenek tersebut dibawa ke luar agar lebih kondusif.



Simak Video "Sakit Hati Dibilang Pengangguran, Pria di Medan Tusuk Keponakan"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)