Round Up

Babak Baru Polwan BNN Riau Aniaya-Sekap Pacar Adik Sendiri

Tim detikSumut - detikSumut
Selasa, 27 Sep 2022 12:09 WIB
Korban disekap dan dianiaya polwan di Pekanbaru, Riau.
Bekas penganiayaan oknum polwan di BNN Riau (Istimewa/tangkapan layar)
Pekanbaru -

Oknum polisi wanita atau polwan di BNN Polda Riau, IR yang menganiaya Riri Aprilia memasuki babak baru. IR dan ibunya YUL kini resmi menyandang status tersangka.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah keduanya menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum dan Bid Propam Polda Riau. "Penyidik telah melakukan serangkaian penyidikan, diawali pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Termasuk korban dan terlapor," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Minggu (25/9/2022).

Setelah semua pemeriksaan tuntas, tim yang dipimpin Direktur Reskrimum Kombes Asep akhirnya menuntaskan kasus yang dilaporkan Riri. Brigadir IR dan ibunya YUL ditetapkan tersangka penganiayaan atas Pasal 351 KUHP.


"Kemudian penyidik juga telah melakukan gelar perkara hari ini dan menetapkan dua orang terlapor yakni IDR atau (IR) dan YUL sebagai tersangka," kata Sunarto.

Tidak hanya terjerat pidana, IR juga dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran kode etik kepolisian. Ini setelah yang bersangkutan menjalani proses pemeriksaan oleh tim Bidang Propam Polda Riau yang dipimpin Kabid Propam Kombes J Setiawan.

"Tersangka IDR atau IR telah ditempatkan di tempat khusus oleh Propam Polda Riau. Ini terkait pelanggaran kode etik Polri yang telah dilakukannya," kata Kombes Sunarto.

Sementara untuk tersangka YUL, tidak dilakukan penahanan. Hal ini dikarenakan ada sejumlah pertimbangan dari penyidik.

"Salah satu pertimbangannya tersangka YUL dinilai kooperatif selama menjalani proses hukum, tidak akan mengulangi perbuatannya, tidak akan merusak barang bukti serta alasan kemanusiaan, dimana ia harus merawat cucunya, yakni anak dari tersangka IDR atau IR," katanya.

Riri sendiri meluapkan kesedihannya usia dianiaya dan disekap IR ke media sosial. Postingan Riri itu pun kemudian viral.

Dalam postingan yang dilihat detikSumut Jumat (23/9/2022) di akun @ririapriliaaaaa terlihat postingan soal dugaan kekerasan tersebut. Bahkan korban turut mencantumkan foto memar akibat dianiaya.

Dalam curhatan itu, Riri mengaku dikurung atau disekap dalam kamar dan seluruh lampu dimatikan. Di kamar itulah korban dipukuli hingga babak belur.

"Bagian kepala aku sampai sekarang sakit banget. Leher aku nggak bisa lihat kiri kanan," tulis Riri di akun pribadinya disertai emot ikon menangis.
Riri juga mengaku punya salah. Namun ia kecewa karena sampai diperlakukan tidak manusiawi.

Merasa tidak terima, dia juga melaporkan polwan berinisial IR ke Polda Riau pada 22 September sekitar pukul 00.30 WIB. Surat laporan polisi itu dipublis dengan Nomor: STPL/B/448/IX/2022/SPKT/Riau tentang Penganiayaan.

Kabid Propam Polda Riau Kombes Johanes Setiawan membenarkan insiden tersebut. Bahkan polwan tersebut sudah diperiksa.

"Ya, sedang ditangani. Laporan ditangani sama Ditreskrimum, tapi untuk yang satu lagi yang Polwan ditangani PPA dan saat ini saya perintahkan diperiksa juga untuk yang Polwan," katanya.

Setiawan memastikan pemeriksaan akan dilakukan bersama laporan penganiayaan. Saat ini polwan tersebut sedang diperiksa.
"Tadi pagi sudah diperiksa, sedang jalan," katanya.



Simak Video "Dramatis! Proses Evakuasi Anak Gajah dari Galian di Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)