Profil Anak Bupati Labusel yang Jadi Tersangka UU ITE

Profil Anak Bupati Labusel yang Jadi Tersangka UU ITE

Ahmad Fauzi Manik - detikSumut
Sabtu, 24 Sep 2022 15:25 WIB
Anak Bupati Labusel, Darnedi Kurnia Santi  (Foto: Istimewa)
Darnedi Kurnia Santi, anak Bupati Labusel tersangka UU ITE. (Foto: Istimewa)
Labuhanbatu Selatan -

Darnedy Kurnia Santi alias Nia ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran UU ITE oleh Polda Sumatera Utara. Perkara ini bermula ketika Nia dilaporkan oleh Andi Syahputra ke Polres Labuhanbatu dengan tudingan pencemaran nama baik di Facebook.

Berikut ini adalah profil singkat Nia yang dirangkum dari berbagai sumber.

Wanita yang kini berusia 25 tahun itu adalah putri dari H Edimin, Bupati Labuhanbatu Selatan. Dia anak kedua dari enam bersaudara.


Beberapa waktu yang lalu, Nia ternyata baru merampungkan pendidikan magisternya dari Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Hal itu diketahui dari unggahan Bupati Labusel, Edimin di media sosialnya. Unggahan itu dibuatnya saat pelaksanaan wisuda pada Selasa 13 September 2022.

"Alhamdulillah. Hari ini saya menghadiri acara wisuda putri kedua saya, Nia. Selamat dan sukses papa ucapkan untuk boru papa yang telah menyelesaikan studi Magister Kenotariatan," tulis Edimin seperti yang dilihat detikSumut pada Sabtu (24/9/2022).

Sementara untuk kehidupan sosialnya, Nia diketahui sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat, baik itu yang berhubungan ataupun tidak berhubungan dengan karir politik ayahnya.

Misalnya dalam Pilkada 2020 lalu, Nia bersama kelompok milenialnya aktif berjuang untuk ayahnya. Perjuangannya ini, salah satunya dilakukan dengan memanfaatkan media sosial.

Di luar pilkada, salah satu kegiatan Nia yang berdampak positif ialah mendatangkan penceramah nasional, Ustad Hanan Attaki ke Labusel. Bertindak sebagai ketua panitia dalam acara ini, Nia dan kawan-kawannya dinilai sukses menampilkan ustad milenial tersebut pada Juni 2022 lalu.

Nia sendiri mengaku siap menjalani proses hukum yang akan dihadapinya.

"Kita ikutin saja lah dulu, bagaimana prosesnya, ya," ujar perempuan yang akrab dipanggil Nia tersebut kepada detikSumut, Kamis (22/9/2022).

Nia mengatakan dirinya percaya bahwa proses hukum akan berjalan dengan baik. Dia juga menghormati keputusan polisi, meski dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Nia tidak ingin berkomentar lebih jauh terkait perkara yang sedang membelitnya ini. Hal itu dilakukannya karena dirinya tidak ini memperkeruh suasana yang ada.

"Kalau dari awak percayakan aja sama kepolisian, ya bang. Kalo lainnya no komen lah. Gitu aja ya, awak (saya) nggak mau (memperkeruh suasana)," katanya.

Sebelumnya polisi mengatakan telah menetapkan Nia sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia menjadi tersangka pencemaran nama baik lewat Facebook.

"Iya, itu sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Rabu (21/9/2022).

Hadi mengatakan berkas perkara Nia juga telah dilimpahkan ke kejaksaan dan sedang diteliti.

Hadi menyebut sejauh ini tersangka tidak ditahan. Alasannya, karena ancaman hukuman terhadap tersangka di bawah lima tahun.

"Tidak (ditahan) karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun," sebut Hadi.



Simak Video "Erick Thohir Resmi Laporkan Faizal Assegaf ke Bareskrim!"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)