Gugatan Ditolak, Puluhan Pensiunan Protes di PN Medan

Gugatan Ditolak, Puluhan Pensiunan Protes di PN Medan

Farid Achyadi Siregar - detikSumut
Rabu, 31 Agu 2022 16:25 WIB
Unjuk rasa pensiunan PT Gotong Royong Jaya di PN Medan.
Unjuk rasa pensiunan PT Gotong Royong Jaya di PN Medan. (Foto: Farid Achyadi/detikSumut)
Medan -

Puluhan pensiunan pegawai PT Gotong Royong Jaya berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Medan. Mereka kecewa karena tuntutan mereka agar perusahaan membayar pensiun mereka yang ditunggak sembilan bulan ditolak hakim.

Dalam aksinya, massa memprotes keputusan hakim yang dinilai banyak kejanggalan. Sidang putusan gugatan pada pensiunan itu sendiri dilaksanakan siang tadi, Rabu (31/8/2022).

"Tadi putusan ditolak, hal tersebut menurut kita ada suatu kejanggalan. Karena pertimbangan hakim itu menyatakan tagihan pensiunan ini bukan merupakan utang," kata kuasa hukum pada pensiunan, Putra.


Dia menyebut, dalam aturan yang ada, pembayaran uang pensiun disebut atau masuk dalam kategori utang. Namun hakim justru berpandangan berbeda.

Menurutnya, Hakim yang menangani perkara tersebut sudah lari dari undang-undang yang berlaku. Mereka juga akan melakukan keberatan kepada Komisi Yudisial.

"Kalau kita teliti pertimbangan hakim tidak sesuai dengan undang-undang, karena jelas dana pensiunan merupakan tagihan. Apa pertimbangan mereka itu tidak dikatakan tagihan,"ujarnya.

Salah seorang pensiunan, Tumino menilai putusan PN Medan tidak adil karena menolak gugatan mereka. Menurutnya itu merupakan hak pada pensiunan yang harus dibayarkan perusahaan.

"Putusan pengadilan kami lihat seperti berat sebelah, tidak adil kepada kami. Itu kan hak kami, seharusnya PN Medan harus mengabulkan hak kami. Agar uang pensiun kami dibayar segera sama PT Gotong Royong Jaya," ucapnya.

Sebelumnya, para pensiunan tersebut menggugat perusahaan karena menunggak pembayaran dana pensiun mereka selama sembilan bulan. Total yang belum dibayarkan oleh perusahaan tersebut mencapai Rp 700 juta untuk 54 pensiunan.



Simak Video "Alasan Keluarga Hasya Korban Tabrak Lari Tak Hadiri Pertemuan dengan Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)