Sumatera Selatan

Hukuman Dosen Unsri Lecehkan Mahasiswi Dipangkas, Jaksa akan Ajukan Kasasi

Prima Syahbana - detikSumut
Jumat, 19 Agu 2022 12:02 WIB
Dosen Unsri Reza ditahan polisi (dok. Istimewa)
Dosen Unsri Reza saat ditahan polisi (dok. Istimewa)
Palembang -

Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) merespons putusan Pengadilan Tinggi (PT) Palembang yang menjatuhkan vonis 4 tahun penjara ke Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) Reza Ghasarma, terdakwa kasus chat mesum mahasiswi. Vonis banding tersebut memangkas hukuman yang dijatuhkan PN Palembang yang memutuskan Reza dihukum 8 tahun penjara.

Meski vonis terhadapnya dipangkas, Reza mengaku tetap akan menempuh langkah kasasi ke Mahkamah Agung dengan harapan dia dapat dibebaskan dari segala tuduhan. Hal serupa juga dilakukan Kejati Sumsel yang ingin Reza tetap dihukum berat.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Mohd Radyan menyebut pihaknya tidak akan tinggal diam atas putusan PT tersebut. Dia mengatakan, langkah kasasi ke MA memang merupakan hak Reza, akan tetapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga akan mengambil langkah serupa.


"Tentu terkait putusan PT itu kita dari Kejati juga akan mengambil langkah. Kita juga akan melakukan kasasi ke MA," ungkap Radyan kepada detikSumut, Jumat (19/8/2022).

Dia mengakui, hingga saat ini pihaknya belum menerima secara resmi salinan putusan dari PT tersebut dan akan segera melakukan pengecekan. Kasasi bisa pihaknya lakukan, menurutnya, setelah salinan itu diterima secara resmi oleh JPU.

"Kalau salinan resminya, dari PT itu belum ada kita terima, kita akan cek lagi. Kasasi bisa kita lakukan dalam 14 hari kerja setelah salinan tersebut resmi kita terima," ujarnya.

Dia belum bisa menjelaskan rincian kasasi yang akan dilayangkan ke MA nantinya. Hal itu dikarenakan, pihaknya harus mempertimbangkan terlebih dahulu isi salinan resmi putusan dari PT tersebut.

"Karena salinan putusannya belum kita terima, kita belum bisa menjelaskan rincian kasasinya seperti apa. Apapun isi kasasinya nanti tentu akan berdasarkan pertimbangan atas salinan putusan PT yang kita terima nantinya," jelas Radyan.

Bahkan, Radyan kembali menegaskan langkah Kasasi dari JPU pasti akan dilakukan terkait putusan PT yang memangkas separuh hukuman terhadap Reza. "Ya pasti kita melakukan kasasi atas putusan (4 tahun penjara) itu," tegasnya.

Sebelumnya, desakan atas putusan PT yang memotong setengah hukuman atau 4 tahun penjara terhadap Reza, hingga Reza melakukan kasasi ke MA agar terbebas dari segala tuduhan, mulai berdatangan. Salah satu desakan itu yakni menuntut Kejati Sumsel juga mengambil langkah serupa ke MA.

"Menuntut JPU Kejati Sumsel untuk mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung, dengan Harapan Putusan MA sesuai dengan keputusan Pengadilan Negeri Palembang yaitu 8 Tahun Penjara atau diberatkan," ujar Presiden BEM KM UNSRI, Hansen kepada detikSumut.

Selain itu, desakan juga datang ke Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudritek) Nadiem Makarim. Nadim diminta untuk segera memecat Reza atas kasus chat mesum mahasiswi Unsri tersebut.

"Mendesak Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi supaya segera mengeluarkan putusan etik dan administratif berupa pemecatan terhadap RG (Reza Ghasarma)," kata Hansen.

Diketahui, permohonan banding Reza Ghasarma, diterima oleh Pengadilan Tinggi (PT) Palembang. Vonis yang awalnya dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Palembang 8 tahun penjara itu, dipangkas setengah menjadi 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi.

"Iya betul, dari 8 tahun turun ke 4 tahun. Hasil banding PT keluar dua hari lalu," kata kuasa hukum Reza, Ghandi Arius saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/8/2022).

Putusan banding Reza Ghasarma itu tercatat dengan nomor 123/PID/2022/PT Plg, dengan isi menerima permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Terdakwa. Vonis PT itu lebih ringan dari putusan maksimal yang sebelumnya dijatuhkan PN Palembang, pada Senin (30/5) lalu.



Simak Video "Dosen Unsri Pelaku Pencabulan Mahasiswi saat Bimbingan Skripsi Ditahan!"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)