Sumatera Selatan

Menteri Nadiem Didesak Pecat Dosen Unsri Lecehkan Mahasiswi

Prima Syahbana - detikSumut
Jumat, 19 Agu 2022 10:42 WIB
Polda Sumsel menetapkan dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) Reza Ghasarma sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan mahasiswi lewat chat. Reza ditahan 20 hari ke depan.
Dosen Unsri Reza Ghasarma saat ditetapkan tersangka kasus pelecehan mahasiswi via chat. (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudritek) Nadiem Makarim didesak segera memecat Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) Reza Ghasarma, terdakwa kasus chat mesum mahasiswi. Desakan itu datang setelah vonis Reza yang dipotong separuh, menjadi 4 tahun penjara di tingkat banding.

Diketahui vonis 4 tahun itu diputuskan Pengadilan Tinggi (PT) Palembang, melalui permohonan banding yang diajukan Reza dan JPU Kejati Sumsel, atas putusan vonis delapan tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Bahkan, pihak Reza juga mengajukan kasasi tingkat Mahkamah Agung (MA) dengan harapan agar bisa terbebas dari hukuman.


"Mendesak Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi supaya segera mengeluarkan putusan etik dan administratif berupa pemecatan terhadap RG (Reza Ghasarma)," ungkap Presiden BEM KM Unsri, Hansen kepada detikSumut, Jumat (19/8/2022).

Menurutnya, dengan adanya putusan banding itu menjadi suatu preseden buruk peradilan di Indonesia dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi

"Putusan ini akan menjadi catatan hitam dalam ingatan publik, bahwa Pengadilan Tinggi Palembang telah gagal memberikan rasa keadilan terhadap korban dan memastikan penanganan kekerasan seksual berpihak pada korban serta rasa keadilan dimasyarakat," katanya.

Selain itu, dia juga mendesak Kejati Sumsel juga melakukan Kasasi ke MA dan meminta agar Reza diberikan hukuman yang berat, seperti kurungan penjara selama delapan tahun atau lebih diberatkan.

"Menuntut JPU Kejati Sumsel untuk mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung, dengan Harapan Putusan MA sesuai dengan keputusan Pengadilan Negeri Palembang yaitu 8 Tahun Penjara atau diberatkan," jelasnya.

Sebelumnya, permohonan banding Reza Ghasarma, diterima oleh Pengadilan Tinggi (PT) Palembang. Vonis yang awalnya dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Palembang 8 tahun penjara itu, dipangkas setengah menjadi 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi.

"Iya betul, dari 8 tahun turun ke 4 tahun. Hasil banding PT keluar dua hari lalu," kata kuasa hukum Reza, Ghandi Arius saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/8/2022).

Meski PT memutuskan mengurangi masa tahanan separuh dari vonis PN, Reza mengaku tetap akan menempuh langkah kasasi ke Mahkamah Agung dengan harapan dia dapat dibebaskan dari segala tuduhan.

"Kami dari tim kuasa hukum tetap akan mengajukan kasasi karena kami menganggap pasal yang didakwakan dalam persidangan tidak terbukti. Salah satu tujuan akhirnya, supaya klien kami bebas dari tuduhan sehingga dia dapat bebas murni," jelas Ghandi.

Putusan banding Reza Ghasarma itu tercatat dengan nomor 123/PID/2022/PT Plg, dengan isi menerima permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Terdakwa. Berikut petikannya:

Memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Palembang Nomor 186/Pid.B/2022/PN Plg tanggal 30 Mei 2022 sekedar mengenai pidana yang dijatuhkan dengan diktum secara lengkap sebagai berikut, diantaranya:

Menyatakan Terdakwa Reza Ghasarma terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang menjadikan orang lain sebagai obyek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagai gabungan beberapa kejahatan.

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda sejumlah Rp500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan.

Serta menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Sebagai catatan, majelis hakim PN Palembang menyatakan Reza telah terbukti melanggar Undang-undang tentang pornografi. Reza pun kala itu divonis delapan tahun penjara. Putusan hukum maksimal itu disampaikan dalam sidang virtual yang di gelar di PN Palembang, Senin (30/5), yang diketuai Majelis hakim, Fatimah.

Selain divonis delapan tahun penjara, hakim juga mengenakan Reza hukuman tambahan, yakni mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 500 juta dengan subsider enam bulan kurungan penjara. "Menjatuhkan hukuman pidana delapan tahun penjara denda Rp 500 juta dengan subsider enam bulan kurungan," ungkap hakim membacakan putusan.

Menurut hakim, vonis tersebut telah sesuai dengan Pasal 9 Undang-undang nomor 44 Tahun 2008 juntco Pasal 35 UU nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi yang terbukti dilanggar Reza dalam kasus ini. Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU. Di mana dalam sidang agenda tuntutan beberapa waktu lalu, JPU menjerat terdakwa dengan hukuman 10 tahun penjara. Atas putusan tersebut Reza menyatakan meminta banding atas vonis yang ia terima.



Simak Video "Dosen Unsri Pelaku Pencabulan Mahasiswi saat Bimbingan Skripsi Ditahan!"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)