Aceh

Lili, PMI yang Disekap Majikan 8 Tahun di Malaysia Dipulangkan ke Aceh

Agus Setyadi - detikSumut
Jumat, 19 Agu 2022 11:06 WIB
Lili Herawati yang disekap majikan di Malaysia akhirnya pulang kampung.
Lili Herawati, PMI yang disekap majikan di Malaysia akhirnya pulang kampung. (Foto: Istimewa)
Banda Aceh -

Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan asal Aceh Tamiang, Aceh, Lili Herawati yang menjadi korban penyekapan di Malaysia selama delapan tahun akhirnya pulang kampung. Pemulangan Lili dilakukan setelah proses administrasi termasuk pembayaran denda selesai dilakukan.

"Lili dan saya pulang hari ini dengan pesawat Batik jam 10.10 waktu Malaysia," kata anggota DPR Aceh Asrizal Asnawi kepada detikSumut, Jumat (19/8/2022).

Lili dan Asrizal pulang dari Bandara Kuala Lumpur tujuan Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Lili ke bandara diantar petugas KBRI di Malaysia Benny Azman.


Asrizal mengatakan, Lili sudah tidak sabar ingin segera tiba di kampung halamannya di Aceh Tamiang. Dia juga berterima kasih kasih ke pihak yang telah membantu.

"Alhamdulillah Lili sangat merasa senang dan tak sabar ingin segera pulang," jelasnya.

Lili sempat dinyatakan hilang kontak oleh pihak keluarga setelah berangkat ke Malaysia pada 2014 lalu. Selama bekerja sebagai ART, Lili disebut mengalami penyiksaan dan tidak mendapat pembayaran gaji.

Kisah pilu itu berawal saat Hera mengadu nasib ke Malaysia pada 2014 silam ketika usianya menginjak 16 tahun. Dia berangkat ke negeri jiran bersama seorang agen di Aceh Tamiang.

Perempuan asal Desa Blang Kandis Kecamatan Babo, Aceh Tamiang itu sempat dijanjikan gaji sebesar RM 700. Dia dipekerjakan di sebuah rumah milik FZ dan MF di Negeri Sembilan, Malaysia.

Tahun pertama bekerja, Hera masih sering menghubungi orang tuanya Muhammad Yusuf dan Rahimah Jibuah. Tahun berikutnya, Hera tidak pernah lagi berkabar hingga dinyatakan hilang kontak oleh pihak keluarga.

"Dia hilang kontak dengan keluarga selama delapan tahun, karena disekap dan disiksa oleh majikannya," kata anggota DPR Aceh asal Aceh Tamiang Asrizal Asnawi kepada detikSumut, Selasa (31/5).

Menurutnya, Hera kerap mendapat perlakuan kasar dari majikan perempuan berinisial FZ.

Dia disebut kerap ditampar, dipukul hingga matanya lebam dan pipinya memar. Asrizal menjelaskan, Hera juga disekap karena paspor disita sang majikan.

"Gaji dia juga tidak dibayar. Terakhir gara-gara masalah baju dia dipukul bagian kepala hingga mata lebam, telinga kedua-duanya sakit dan pipi memar," jelas politikus PAN tersebut.

Setelah bertahun-tahun mengalami penyiksaan, Hera akhirnya berhasil kabur dari rumah majikannya. Dia ditemukan sejumlah warga Aceh lalu diamankan di sebuah rumah.

Setelah melalui berbagai proses, Mahkamah Buruh Kerajaan Malaysia mewajibkan majikan berinisial FZ untuk membayar gaji Lili 67 ribu ringgit atau Rp 225 juta. Lili bekerja selama delapan tahun pada majikan tersebut tanpa digaji.

"Mahkamah memutus bersalah majikan perempuan dan wajib membayar gaji Lili selama delapan tahun sebesar 67 ribu ringgit paling lambat 28 Juli," kata Asrizal Asnawi kepada detikSumut, Jumat (22/7).



Simak Video "Bandingnya Ditolak, Najib Razak Harus Jalani 12 Tahun Penjara"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/dpw)