Aceh

Istri Napi Selundupkan Pistol ke Lapas Idi, Kok Bisa Lolos?

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 17 Agu 2022 10:30 WIB
Hands of the prisoner on a steel lattice close up
Ilustrasi penjara. (Foto: Getty Images/iStockphoto/bortn76)
Aceh Timur -

Istri seorang narapidana (napi) Lapas Idi, Aceh Timur diduga menyelundupkan sepucuk senjata api (senpi) rakitan jenis pistol serta delapan peluru ke penjara. Keberadaan pistol itu diketahui saat penggeledahan kamar sel. Kok bisa lolos?

Penemuan senjata itu berawal dari informasi intelijen diperoleh Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman, terkait adanya dugaan penyelundupan pistol ke penjara. Meurah memerintahkan Pelaksana Tugas Kalapas Idi untuk menggeledah blok hunian.

Penggeledahan dilakukan pada Senin (15/8/2022) yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB. Petugas merazia blok hunian sebagai antisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban.


Benar saja, dalam penggeledahan itu petugas menemukan sepucuk pistol serta delapan peluru. Senjata itu disebut ditemukan dalam kondisi dibungkus dengan kain sarung dan disimpan di pot bunga di sekitar kamar nomor 13 dan kamar 14.

"Senpi dan peluru ditemukan petugas Satops Patnal Lapas Idi sekitar pukul 14.30 WIB," kata Meurah kepada detikSumut, Rabu (17/8).

Dalam pemeriksaan diketahui, senjata itu diduga diselundupkan istri salah seorang napi. Ada tiga narapidana yang diduga terlibat dalam penyelundupan pistol itu yakni Ham tersandung kasus narkoba dan divonis seumur hidup, ZB napi kasus narkotika yang divonis 12 tahun penjara. Seorang lagi MNH, napi korupsi yang dihukum 5 tahun bui.

Meurah membeberkan penyebab pistol itu lolos dari pengawasan petugas. Menurutnya, istri napi tersebut berkunjung ke lapas pada Sabtu (13/8) sore.

"Pada saat tersebut petugas pemeriksaan perempuan sudah pulang kantor, sehingga petugas laki-laki tidak berani menggeledah body tamu perempuan secara langsung dan ini resisten sekali," jelas Meurah.

Senjata yang ditemukan itu telah diserahkan ke Polres Aceh Timur. Meurah menduga, pistol tersebut dipakai untuk mengganggu keamanan dan ketertiban lapas serta melarikan diri.

"Informasinya senjata api itu akan digunakan untuk pelarian narapidana dan gangguan keamanan dan ketertiban lapas lainnya," jelas Meurah.

Meurah menyerahkan pengembangan kasus itu ke Polres Aceh Timur. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres.

"Selanjutnya kita menunggu hasil pengembangan yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polres Aceh Timur," kata Meurah.



Simak Video "Bakamla Gagalkan Penyelundupan Senpi Ilegal di Perairan Ambon"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/dpw)