Polisi Tangkap 2 Perampok Nenek di Tebing Tinggi yang Tewas di Kamar

Datuk Haris Molana - detikSumut
Senin, 15 Agu 2022 17:20 WIB
Polisi melakukan identifikasi di rumah korban.
Polisi melakukan identifikasi di rumah korban. (Foto: Istimewa)
Tebing Tinggi -

Polisi menangkap dua pria pelaku perampokan terhadap seorang nenek berinisial RS di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Nenek berinisial SR itu ditemukan tewas di dalam kamarnya di Kelurahan Persiakan, Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi.

"Petugas melakukan penangkapan terhadap dua orang laki-laki yang diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain dan atau pencurian dengan kekerasan yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan meninggal dunia," kata Kasi Humas Polres Tebing Tinggi AKP Agus Arianto kepada wartawan, Senin (15/8/2022).

Kedua pelaku yang ditangkap adalah DH alias Dendi (17) dan MRA alias Apin (28). Keduanya warga Kelurahan Persiakan, Padang Hulu.


Agus mengatakan penangkapan keduanya berawal pada Minggu (14/8), pagi petugas menerima laporan atas pencurian dimana korbannya ditemukan meninggal dunia.

Tim bergerak ke TKP dan beberapa jam kemudian petugas mengetahui keberadaan pelakunya yang berada disebuah warnet di Jalan Asrama, Gang Madrasah. Petugas bergerak dan menangkap pelaku berinisial DH alias Dendi.

"Tim langsung bergerak dan berhasil mengamankan pelaku Dendi," sebut Agus.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan terhadap pelaku lainnya yang berperan menjual emas kejahatan itu berinisial Apin. Petugas menangkap Apin di rumahnya yang berada di Jalan Asrama Bagelan, Gang Mesjid Nurul Iman

"Tim bergerak menuju lokasi tersebut dan tim mengamankan pelaku Apin berikut barang bukti sepasang anting emas dan sepeda motor yang digunakan pelaku Dendi dan Apin saat akan menjual emas hasil kejahatannya," ujar Agus.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 Subs 365 ayat (3) KUHP Yo UU No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Diberitakan sebelumnya, seorang nenek berusia 78 tahun, berinisial SR ditemukan tewas di dalam kamar tidurnya di Kelurahan Persiakan, Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi. SR diduga menjadi korban perampokan disertai kekerasan karena perhiasan yang dipakainya hilang.

"Betul (diduga korban perampokan disertai kekerasan)," kata Kasi Humas Polres Tebing Tinggi AKP Agus Arianto kepada detikSumut, Senin (15/8/2022).

Agus menjelaskan bahwa korban kesehariannya tinggal di rumah bersama cucunya bernama Adit. Pada Sabtu (13/8) malam Adit keluar rumah berpamitan kepada korban untuk bermain dengan kawannya.

Adit menutup pintu rumah dengan membawa kuncinya sementara korban menonton di ruang tamu. Pada Minggu (14/8) dini hari Adit pulang ke rumah dan langsung masuk dengan kunci yang dibawanya.

Saat berada di dalam rumah, Adit lalu melihat pintu tengah dalam keadaan terbuka walau sebelum pergi pintu itu dikuncinya.

Adit kemudian masuk ke kamarnya. Pagi harinya, Adit bangun tidur dan membuka pintu kamar korban. Tak disangka, korban telah tewas dengan posisi telentang. Perempuan tua itu diduga dibekap dengan bantal sampai kehabisan napas.

"Adit bangun dari tidur dan langsung membuka pintu kamar korban lalu melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi korban terlentang dan sebuah bantal tidur terletak di atas muka korban serta dari bagian hidung korban keluar cairan," ujar Agus.

Selain itu, barang-barang milik korban juga hilang, termasuk uang sebesar Rp 3 juta.

"Barang-barang yang diduga hilang dari tubuh korban yaitu dua gram kerabu hilang dari telinga korban, dua gram gelang emas hilang dari tangan kanan korban dan uang tunai sebesar Rp 3 juta yang hilang dari dada korban," ujar Agus.



Simak Video "Viral Warung Pedagang di Sumut Dirusak Pria Mengaku Anak Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/dpw)