Ahli Hukum UISU Nilai Istri Sambo Bisa Dipidana soal Keterangan Palsu

Nizar Aldi - detikSumut
Senin, 15 Agu 2022 15:57 WIB
Penyidikan laporan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap dirinya di rumah dinas Duren Tiga, Jaksel, dihentikan.
Putri Candrawathi (paling kanan) bersama kuasa hukumnya saat di Mako Brimob Polri (Foto: Dwi/detikcom)
Medan -

Bareskrim Polri hentikan dugaan pelecehan yang dilaporkan istri Irjend Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dengan terlapor Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, karena tidak menemukan peristiwa pidana di laporan tersebut. Ahli hukum dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menilai Putri Candrawathi bisa dipidana karena memberikan keterangan palsu.

"Apakah pelapor dapat dimintai pertanggung jawaban pidananya? Ya tentu iya dong, memberikan keterangan palsu dan karena konteksnya membuat laporan ya tentu laporan palsu," kata ahli hukum dari UISU Dr Panca Sarjana Putra kepada detikSumut, Senin (15/8/2022).

Panca menganalogikan hal itu dengan memberikan contoh soal kredit kendaraan yang macet ke leasing, kemudian si kreditur membuat seolah-olah kendaraan tersebut hilang. Padahal si kreditur menjual atau menggadaikan kendaraan tersebut.


"Saya contohkan begini, misalnya begini ada konsumen kereta ketika kreditnya macet kemudian dia bilang hilang keretanya, kan ada sering beberapa kasus sering terjadi begitu, ternyata setelah diperiksa tidak ada hilang dan rupanya digadaikannya dijualnya, dan dia dikenakan keterangan palsu," ujarnya.

Sehingga dia menilai istri Irjen Ferdy Sambo bisa dimintai pertanggungjawaban secara pidana atas laporan tersebut. Kemudian Panca menyebutkan kepolisian menghentikan kasus dugaan pelecehan tersebut pasti dengan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan.

"Kalau kita lihat dari sini, polisi menghentikan perkara tersebut artinya kan kepolisian menemukan bahwa laporan pelecehan seksual tersebut adalah rekayasa dan tidak pernah ada, pasti dengan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan oleh penyidik sendiri," sebutnya.

Selain itu dia menuturkan dalam proses penghentian kasus tersebut pihak kepolisian pasti melakukan penyelidikan maupun penyidikan. Mulai dari keterangan saksi korban, fakta-fakta lapangan, lalu korelasi antara alat bukti di lapangan.

"Tentunya kan polisi tidak ceroboh kan, pasti ada prosesnya penghentian perkara itu kan, apalagi itu sudah ditingkat penyidikan kan, dalam penyidikan pasti kan ada dilakukan polisi mendengarkan keterangan korban, saksi korban, fakta-fakta di lapangan, lalu korelasi antara alat bukti yang ada di lapangan, baik itu alat bukti dijadikan barang bukti," tutupnya.

Bareksrim Polri Hentikan Laporan Pelecehan Terhadap Istri Irjen Ferdy Sambo. Baca Halaman Selanjutnya:



Simak Video "Pengacara Bharada E: Belum Selesai Diperiksa Sudah Jadi Tersangka"
[Gambas:Video 20detik]