Riau

Menanti Kepulangan Surya Darmadi, Tersangka Mega Korupsi Rp 78 Triliun

Tim detikNews - detikSumut
Senin, 15 Agu 2022 10:07 WIB
Surya Darmadi

Foto diambil dari situs Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia)
Surya Darmadi. (Foto: dok istimewa/situs Apindo)
Pekanbaru -

Tersangka dugaan korupsi Rp 78 triliun, Surya Darmadi berjanji pulang ke tanah air hari ini. Surya Darmadi menyampaikan niatnya pulang itu kepada Kejaksaan Agung. Jaksa pun masih menanti kepulangannya.

Surya Darmadi adalah buronan Kejaksaan Agung setelah ditetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi lahan sawit PT Duta Palma di Indragiri Hulu, Riau. Tidak main-main, nilai kerugian negara akibat kelakuannya itu tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah, yakni Rp 78 triliun.

Jaksa Agung ST Burhanuddin sebelumnya menyebut, dalam kasus ini Surya Darmadi tidak dijerat sendirian. Ada mantan Bupati Indragiri Hulu Raja Thamsir Rachman yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Namun keduanya tidak ditahan.


Burhanuddin mengungkap alasan kedua tersangka tidak ditahan. Sebab, Thamsir saat ini tengah mendekam di jeruji besi untuk menjalani hukuman kasus korupsi dana kasbon APBD Indragiri Hulu 2005-2008.

Sementara itu, Surya Darmadi berstatus daftar pencarian orang (DPO) setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 2019 oleh KPK dalam kapasitas Surya sebagai Pemilik PT Darmex Group atau PT Duta Palma.

Burhanuddin mengatakan, dalam kasus ini Thamsir telah menerbitkan izin lokasi dan izin usaha perkebunan di kawasan Indragiri Hulu kepada lima perusahaan milik Surya Darmadi. Kelima perusahaan itu antara lain PT Banyu Bening Utama, PT Panca Agro Lestari, PT Seberida Subur, PT Palma Satu, dan PT Kencana Amal Tani.

Itu artinya Surya Darmadi mendapat izin lokasi dan izin usaha yang diberikan dari Thamsir. Izin itu kemudian digunakan untuk membuka perkebunan dan produksi kelapa sawit tanpa adanya izin pelepasan kawasan hutan dari KLHK dan tanpa ada hak guna usaha dari BPN.

"Izin usaha lokasi dan izin usaha perkebunan dipergunakan oleh SD dengan tanpa izin pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan serta tanpa adanya hak guna usaha dari Badan Pertanahan Nasional telah membuka dan memanfaatkan kawasan hutan dengan membuka perkebunan kelapa sawit dan memproduksi sawit," ujar Burhanuddin seperti dikutip dari detikNews, Senin (15/8/2022).

Setelah ditetapkan tersangka dan dicekal, Surya Darmadi tiba-tiba muncul melalui kuasa hukumnya, Juniver Girsang. Juniver menyebut akan pulang ke Indonesia hari ini.

"Bahwa setelah mempertimbangkan saran dari kami dan setelah berdiskusi dengan Keluarga, saudara Surya Darmadi dengan itikad baik memutuskan datang ke Indonesia pada hari Senin, 15 Agustus 2022, sedianya akan tiba di Jakarta," kata Juniver dalam keterangan tertulis, Sabtu kemarin.

Juniver memastikan Surya Darmadi bakal mengikuti proses hukum baik yang ada di KPK maupun di Kejaksaan Agung. Juniver mengatakan kliennya sedang sakit.

Selain itu, Juniver minta Kejagung untuk mencabut pencekalan terhadap Surya Darmadi. Hal itu katanya demi kelancaran kliennya dalam mengikuti proses hukum.

"Bahwa oleh karenanya, dengan segala kerendahan hati, kami sebagai pihak yang sudah berupaya meyakinkan Surya Darmadi agar kooperatif mengikuti Indonesia, memohon agar status cekal terhadap saudara Surya Darmadi kiranya dicabut agar beliau tidak terhalang untuk hukum mengikuti proses hukum di KPK dan Kejaksaan," kata Juniver.

Sebelum berjanji akan pulang, Surya Darmadi diketahui sempat menyurati Jaksa Agung terkait pemanggilannya. Surat itu terlihat tertanggal 9 Agustus 2022, di mana Surya Darmadi mengaku tidak bisa memenuhi panggilan Kejagung pada Kamis (11/8) lalu.

Alasan tidak bisa memenuhi panggilan itu lantaran kondisi kesehatan yang belum memungkinkan. Bahkan sedang dirawat oleh dokter.

Surya Darmadi mengklaim telah bersurat ke Jaksa Agung ST Burhanuddin terkait kepulangannya ke Indonesia. Tapi pihak Kejaksaan Agung belum menerima surat dari tersangka kasus dugaan korupsi Rp 78 triliun tersebut.

"Saya sudah konfirmasi Direktur Penyidikan, belum ada surat dimaksud," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana, kepada wartawan, kemarin.



Simak Video "Ini Kerusakan Hutan yang Diduga Akibat 5 Perusahaan Sawit Surya Darmadi"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/dpw)