Imigrasi Sebut 214 PMI Ilegal Diamankan saat Hendak ke Kamboja

Kartika Sari - detikSumut
Sabtu, 13 Agu 2022 11:04 WIB
212 PMI Ilegal saat diamankan dari KNIA (Foto: Istimewa)
Dua ratusan PMI ilegal diamankan di Bandara Kualanamu. (Foto: Istimewa)
Medan -

Petugas Kantor Imigrasi Kelas Khusus I TPI Khusus Medan melakukan penundaan keberangkatan 214 calon penumpang pesawat Lion Air carter flight melalui Bandara Kuala Namu Internasional (KNIA), yang dijadwalkan berangkat pada pukul 14.30 WIB.

Pesawat carter tersebut direncanakan mengangkut 214 penumpang dengan tujuan Kamboja dan diduga hendak menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural alias ilegal. Data yang dingkap Imigrasi ini berbeda dari jumlah yang disebut Polda Sumut yakni 212 PMI Ilegal.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Yohannes Fanny Satria CA menyebutkan bahwa penundaan tersebut berawal dari kecurigaan petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kanim Kelas I Khusus Medan pada Bandara Kuala Namu Internasional.


Pada saat diwawancara, penumpang memberikan alasan yang kurang masuk akal. Diketahui, adapun alasan PMI Ilegal tersebut mengaku ingin berwisata dan berziarah.

"Dari hasil wawancara, kita menduga mereka ini akan bekerja di Kamboja tanpa dilengkapi prosedur yang berlaku. Sehingga, kita melakukan pendalaman dan menunda keberangkatan pesawat tersebut. Mereka mengaku ingin berwisata dan berziarah ," ungkap Fanny melalui keterangan resminya, Sabtu (13/8/2022).

Fanny mengaku belum bisa memberikan informasi lebih detail karena pihaknya bersama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Bandara Kuala Namu Internasional, Polsek Bandara Kuala Namu dan Polresta Deli Serdang sedang melakukan pendalaman.

"Kita sudah berkordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pendalaman. Saat ini, mereka masih dimintai keterangan di Bandara Kuala Namu Internasional," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 212 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal diamankan saat akan berangkat ke Kamboja melalui Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Para PMI ini disebut akan diberangkatkan ke Kamboja menggunakan pesawat Lion Air yang sudah dicarter (disewa).

"Penyelidikan awal teman-teman dari Krimum (Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut-red) seperti itu, mereka mencarter satu pesawat yang berangkat dari kualanamu menuju Kamboja," kata Kabid Humas Polda Sumut Hadi Wahyudi di Polda Sumut, Jumat (12/8/2022) malam.

Para PMI ilegal ini rencananya akan diberangkatkan ke Kamboja menggunakan pesawat Lion Air pada pukul 14.00 WIB. Rencana keberangkatan PMI ini digagalkan pihak kepolisian bersama dinas tenaga kerja, imigrasi dan BP3MI.

Hadi mengatakan pihaknya masih mendalami agen dari PMI ilegal ini. Dijelaskan jika 212 PMI ilegal ini dibawa ke Polda Sumut untuk pemeriksaan.

"Mereka kita bawa ke Polda sambil ditindaklanjuti teman-teman dari Ditkrimum untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman," sebut Hadi.



Simak Video "Polisi Gagalkan Keberangkatan Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)