Riau

Lapas Terpadat di Indonesia, Kapasitas 98 Diisi 1.033 Orang

Raja Adil Siregar - detikSumut
Senin, 08 Agu 2022 17:00 WIB
Lapas Kelas II B Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, saat ini over kapasitas. Lapas berkapasitas 224 orang itu kini dihuni oleh 350 narapidana.
Ilustrasi lapas over kapasitas (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Pekanbaru -

Ternyata lembaga pemasyarakatan (Lapas) terpadat di Indonesia berada di Provinsi Riau, tepatnya di Bagan Siapiapi. Lapas tersebut hanya memiliki kapasitas 98 orang, tapi diisi 1.033 orang terdiri dari 355 tahanan dan 678 narapidana.

"Itu memang (lapas terpadat se Indonesia)," ujar Kadivpas Kanwil Kemenkumham Riau, Mulyadi, Senin (8/8/2022).

Untuk mengurangi kapasitas Lapas Bagan Siapiapi, pihaknya melakukan pemindahan dari satu lapas ke lapas lain secara bertahap.


"Kita pindahkan secara rutin. Saat ini ada asimilasi, PB (pembebasan bersyarat) yang kita lakukan," tuturnya.

Upaya itu, menurut dia, untuk mengurangi kepadatan di Lapas Bagan Siapiapi.

"Kalau sudah padat mereka kita pindahkan, ada ke Bengkalis, Pasir, Bangkinang dan ke lapas lain di Riau. Yang kita pindahkan itu yang hukuman tinggi dan yang bermasalah di dalam," katanya.

Keberadaan Lapas Ujung Tanjung yang kini sedang dibangun, diharapkan bisa menjadi solusi menangani kepadatan. Mengingat di lapas tersebut nantinya kapasitas sampai 1.000 an orang.

Warga Binaan Mampu Produksi 200 Roti Dalam Sehari

Meskipun menjadi lapas dengan jumlah hunian terpadat se-Indonesia, penghuni disebut tetap aktif. Di ruang sempit yang tersisa, ternyata ada lapak yang dapat dijadikan sebagai pabrik roti.

Selain untuk meraih cuan, pabrik roti itu juga dapat menghasilkan keahlian dan skil bagi warga binaa. Terutama untuk bekal hidup setelah bebas.

Tercatat ada 10 orang warga binaan yang setiap hari terlibat dalam pembuatan roti. Roti yang diproduksi pun beraneka ragam, ada roti tawar, abon, donat, sosis, keju coklat dan banyak lagi.

Modal pembuatan roti sendiri berasal dari kerjasama dengan pihak ketiga. Omset per harinya bisa mencapai Rp 1,6 juta. Kalau dihitung-hitung, sebulan total omset para napi mencapai Rp 40 juta lebih.



Simak Video "Warga di Pekanbaru Cekcok Gegara Gangguan Suara Toa Masjid"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/astj)