Riau

Dianiaya Suami, IRT di Kampar Tewas Saat Minta Tolong di Rumah Ketua RT

Raja Adil Siregar - detikSumut
Senin, 08 Agu 2022 13:53 WIB
The dead womans body. Focus on hand
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Artem_Furman)
Kampar -

Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau tewas dianiaya suaminya sendiri. Dia tewas saat meloloskan diri dan meminta tolong di rumah Ketua RT setempat.

"Tolong. Tolong Pak RT, saya dipukuli sama suami saya," demikian kata IRT itu kepada Pak RT seperti ditirukan Kapolsek Tambang, Iptu Mardani Tohanes, Senin (8/8/2022).

Mardani mengungkapkan, IRT itu bernama Nelli Elfida. Perempuan berusia 49 tahun itu tewas dianiaya suami sirinya, HE (44). Kejadian itu terjadi pada Sabtu (6/8) pekan lalu.


Sesaat setelah penganiayaan, Nelli sempat berlari ke rumah Ketua RT untuk meminta pertolongan. Ketua RT itu kemudian meminta Nelli masuk ke rumah dan menenangkannya.

Usai meminta tolong, Nelli tiba-tiba tersungkur dan jatuh telungkup. Pak RT yang sebelumnya keluar untuk memanggil HE, mendapati Nelli sudah tak bernyawa di ruang tamunya.

Melihat kondisi korban yang penuh dengan luka, ketua RT lalu melaporkan ke Polsek Tambang. Selanjutnya pukul 15.30 WIB tim Polsek Tambang mengamankan suami korban untuk dibawa ke kantor polisi.

"Hasil pemeriksaan pelaku mengaku telah cekcok mulut dengan korban. Cekcok itu berawal dari masalah perselingkuhan dua tahun lalu yang diungkit lagi, jadi terjadilah cekcok hingga penganiayaan," katanya.

Akibat penganiayaan, korban pun tewas setiba di rumah ketua RT. Sementara HE ditahan dijerat pasal 352 ayat (3) dan 359 KUHP tentang Penganiayaan Berat yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Kenapa tersangka kita jerat dengan pasal penganiayaan, karena mereka ini menikah siri. Jadi tidak bisa kita jerat pasal tentang KDRT di kasus ini," kata Tohanes.



Simak Video "Dua Kapal Ikan Asing Diringkus di Perairan Natuna"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/dpw)