Soal Pungli OKP, Bobby: Tidak Ada Bayar Keamanan ke 'Loreng Tak Resmi'

Nizar Aldi - detikSumut
Jumat, 05 Agu 2022 14:52 WIB
Bobby Nasution (Foto: Goklas/detikSumut)
Wali Kota Medan Bobby Nasution. (Foto: Goklas Wisely)
Medan -

Wali Kota Medan Bobby Nasution menyinggung soal maraknya pungutan liar yang diduga dilakukan oleh oknum OKP di Medan dengan dalih uang keamanan. Beberapa hari lalu, kasus seperti ini terjadi di wilayah Medan Timur.

"Nggak ada itu uang keamanan. Yang ngamanin itu polisi. Laporkan biar ditangkap, udah itu aja," kata Bobby Nasution kepada detikSumut, Jumat (5/8/2022).

Menantu Presiden Joko Widodo itu menegaskan, dia sudah sering menyampaikan kepada setiap kepala lingkungan (kepling) untuk tidak memberi uang kepada oknum 'berbaju loreng'. Oknum berbaju loreng-loreng tersebut, kata Bobby, bukan aparat penegak hukum.


"Sudah kita sampaikan terus itu tidak ada bayar keamanan ke 'loreng-loreng yang tidak resmi'. Maksudnya bukan aparat penegak hukum," ucapnya.

Sehingga ketika ada organisasi atau siapa pun yang meminta uang dengan alasan keamanan, Bobby menyebut hal itu merupakan praktik pungli.

"Jadi selain kepolisian ataupun penegak hukum yang lain kalau ada organisasi atau pun segala macam bentuknya yang meminta uang dalam alasan keamanan itu pungli," sebutnya.

Untuk itu bila ada yang melakukan pungli tersebut, Bobby meminta agar warga segera melaporkan hal tersebut kepada Pemkot Medan melalui kepling, lurah, camat maupun kepolisian. Dia meminta warga untuk tidak takut untuk membuat laporan.

"Silahkan laporkan, baik ke kami ke Kepala Lingkungan ke kelurahan atau ke kecamatan atau ke Polsek ataupun ke Babinsa atau ke Bhabinkamtibmas silahkan laporkan, jangan takut," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, video seorang pria yang mengaku dari organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) diduga dari Ikatan Pemuda Karya (IPK) melakukan pungli, viral di media sosial. Pria itu meminta jatah uang bulanan.

Dilihat detikSumut Kamis (4/8/2022) awalnya video itu menampilkan dua kuitansi bertuliskan Rp 60 ribu tertanggal (3/8/2022) dan Rp 30 ribu pada (7/7/2022) dengan stempel basah IPK.

"IPK atau Ikatan Pemuda Karya suka meminta uang setiap bulan. Padahal tidak pernah membantu apapun di rumah kami," tulis narasi video itu.



Simak Video "Viral Polantas Diduga Lakukan Pungli di Tol Semanggi, Polisi Selidiki"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)