Pria yang Berusaha Bunuh Diri Usai Membunuh Warga di Tapteng Meniggal Dunia

Datuk Haris Molana - detikSumut
Minggu, 24 Jul 2022 13:00 WIB
Klitih Itu Apa? Pergeseran Makna di Balik SriSultanYogyaDaruratKlitih
Ilustasi Pembunuhan. (Foto: detikcom)
Tapanuli Tengah -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda, pembaca, yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

***

Seorang pria di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berinisial MS (55) meninggal dunia di rumah sakit usai menjalani perawatan insentif karena berusaha bunuh diri. MS nekat mencoba bunuh diri usai membunuh warga di sana berinisial HL.


Kasi Humas Polres Tapteng AKP Horas Gurning menyebut, MS meninggal dunia di RUSD Pandan pada Sabtu (23/7) kemarin.

"Sudah diidentifikasi oleh inafis Polres Tapteng," kata Gurning, kepada wartawan, Minggu (24/7/2022).

Horas menjelaskan, pada hari yang sama, jenazah MS diserahkan kepada keluarganya di daerah Adian Koting untuk dikebumikan. Kata Horas, warga dan Raja Huta Desa Rampah Kecamatan Sitahuis sempat tak memperbolehkan jenazah MS untuk dikebumikan di Desa Rampah.

"Masyarakat Adian Koting juga sempat menolak, namun kita lakukan penggalangan, dan hasilnya diterima namun tidak boleh disemayamkan di rumah duka, tetapi akan langsung dikuburkan," sebut Gurning.

Pemakaman MS akan dilakukan hari ini. Polisi langsung menyerahkan jenazah MS kepada keluarfa dan langsung dikebumikan.

Sebelumnya, MS (55) diduga menggorok leher warga berinisial HL (60) di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Usai membunuh korban, MS malah menggorok dirinya sendiri hingga kritis.

"Benar. Pelaku juga coba bunuh diri dengan cara menikam dan mengorok lehernya sendiri," kata Kasi Humas Polres Tapteng AKP Horas Gurning kepada wartawan, Rabu (20/7).

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/7) sore. Awalnya, korban tengah duduk di salah satu warung di Desa Rampah, Kecamatan Sitahuis.

Selang beberapa saat, pelaku datang ke warung tersebut. Dia lalu bertanya soal keberadaan anaknya.

Pemilik warung kemudian menjawab bahwa anaknya itu kemungkinan berada di warung lainnya. Lalu, pelaku mendekati dan bertanya kepada korban.

Setelah dijawab korban, pelaku langsung mengambil pisau dan menikam lengan kiri korban sebanyak tiga kali.

"Pelaku mengambil pisau dari tas sandangnya dan menikam ke arah lengan kiri korban tiga kali," sebut Horas.

Korban melompat dari kedai ke arah parit. Pelaku terus mengejar korban dan menikam lengan kanan korban, lalu menggorok lehernya.

"Korban melompat dari kedai ke arah parit, namun dikejar oleh pelaku dan setelah dapat pelaku kembali menikam lengan kanan korban dan menggorok leher korban hingga meninggal dunia," sebut Horas.

Pelaku berusaha bunuh diri. Dia menikam perutnya dan menggorok lehernya dengan pisaunya sendiri.

"Pelaku berusaha bunuh diri dengan menikam perutnya sendiri sebanyak dua kali dan juga menggorok lehernya dengan pisaunya sendiri yang juga digunakan untuk membunuh korban," tambah Horas.

Pelaku diamankan oleh pihak kepolisian. Dia dievakuasi ke RSUD Pandan karena kritis dengan luka yang cukup parah bersama korban. Sejauh ini, Horas belum mengetahui motif pelaku melakukan itu.



Simak Video "Utang Jadi Motif IRT Gantung Diri dan Racuni Kedua Putranya"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/dpw)