Warga Medan Ngaku Ditipu Rp 2,5 M Investasi Proyek di Mabes TNI

Goklas Wisely - detikSumut
Senin, 04 Jul 2022 23:35 WIB
Erik dan kuasa hukumnya Arfan saat menunjukkan bukti laporan polisi. (Goklas/detikSumut)
Erik dan kuasa hukumnya Arfan saat menunjukkan bukti laporan polisi. (Goklas/detikSumut)
Medan -

Nasib sial menimpa Erik Masli, warga Jalan Pakan Baru, Kota Medan. Erik mengaku ditipu hingga Rp 2,5 miliar oleh seorang yang mengaku sebagai pemegang proyek pengadaan baju dinas di Mabes TNI.

"Jadi klien kita dijanjikan ada pengadaan baju dinas di Mabes TNI mulai Maret 2021. Total kerugian Rp 2,5 miliar. Terlapor berinisial YS," kata Arfan Abdillah, kuasa hukum korban saat diwawancarai, Senin (4/7/2022).

"Jadi perjanjiannya, klien kita dijanjikan keuntungan 30 persen setelah menginvestasikan uang tersebut. Erik mengenal YS dari temannya. Sebenarnya kalau korban lainnya ada 19 orang lagi. Total kerugian dari 20 orang bisa mencapai sekitar Rp 23 miliar dengan kasus serupa," tambahnya.


Dia menceritakan saat ini yang melaporkan kasus serupa ke Polda Sumatera Utara (Sumut) ada empat orang (termasuk Erik). Namun, kata Arfan, ia hanya menjadi Kuasa hukum Erik.

"Awalnya saya dibujuk rayu itu Maret 2021. Lalu saya masuk sebagai salah satu orang yang investasi untuk pengadaan baju Mabes TNI itu April 2021," kata Erik.

"Pertama saya kirim Rp 250 juta. Lalu, saya kirim lagi sampai Rp 2,5 miliar. Saya tertarik karena pada saat itu kawan-kawan juga ada ikut. Kami sempat menayakan berkas bahwa YS memegang pengadaan baju dinas itu, tapi YS bilang rahasia," sambungnya.

Kemudian, pada Januari 2022 ia mendapatkan kabar bahwa YS meninggal dunia di Lombok karena hilang di tepi pantai. Informasi itu pun dikonfirmasi pihaknya kepada keluarga YS dan dibenarkan.

"Tapi kita masih rada tidak percaya YS meninggal. Dugaan kami dia masih hidup. Karena bukti-buktinya belum ada kami dapat. Padahal komunikasi terakhir dengan YS keuntungan 30 persen itu katanya sudah mau cair. Itu seminggu sebelum YS dikabarkan meninggal," ungkapnya.

Setelah itu, pihaknya tidak dapat lagi berkomunikasi dengan YS dan akhirnya melapor ke pihak kepolisian. Hal itu ditandai dengan nomor laporan : STTLP/132/I/2022/SPKT/Polda Sumut. Tertera tanggal pelaporan pada 24 Januari 2022.

Arfan menambahkan lagi bahwa saat ini proses di kepolisan sudah berada tahap penyidikan. Namun masih dalam proses untuk penetapan tersangka.

"Semua saksi sudah diperiksa. Ya kita berharap penuh kepada Polda Sumut agar perkara ini dapat selesai. Terlapor dapat segera ditangkap dan diberikannya kepastian hukum agar tidak ada juga korban lainnya," tutupnya.



Simak Video "Polisi Gagalkan Keberangkatan Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)