Kepri

Bejat! Guru Ngaji di Batam Perkosa 4 Muridnya, 6 Dicabuli

Raja Adil Siregar - detikSumut
Kamis, 30 Jun 2022 17:09 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Ilustrasi pemerkosaan anak (Foto: Zaki Alfarabi / detikcom)
Batam -

Seorang guru ngaji di sebuah panti asuhan di Batam, Kepulauan Riau, berusia 20 tahun ditangkap polisi. Pria itu ditangkap setelah memperkosa dan mencabuli muridnya yang secara keseluruhan berjumlah 10 orang.

Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Tigor Sidabariba mengatakan pelaku ditangkap, 27 Juni sekitar pukul 17.50 WIB. Ia ditangkap setelah polisi menerima laporan.

"Pelaku ini merupakan guru ngaji dan juga tinggal di panti asuhan sejak 13 tahun. Selama ini pelaku jadi pembimbing ngaji para korban di panti asuhan tersebut," kata Tigor, Kamis (30/6/2022).


Saat menjalankan aksinya, pelaku awalnya meraba tubuh saat korban mandi dan tidur tahun 2020 lalu. "Namun tahun 2021 pelaku mulai menyetubuhi para korban pada saat korban mandi ataupun korban sedang tidur di kamar," kata Tigor.

Perbuatan bejat tersebut terjadi hingga 17 Juni 2022. Hal itu setelah orang tua salah satu korban mendapat cerita dari anaknya yang tengah berlibur sekolah.

"Ada korban pulang ke rumah orang tuanya, korban bercerita kepada orang tua tentang adanya peristiwa tersebut. Sehingga pada Senin (27/6), orang tua korban membawa korban ke rumah sakit untuk memeriksa kemaluan korban," katanya.

Hasil pemeriksaan diketahui bahwasannya keempat korban kemaluannya sudah rusak dan tidak utuh lagi. Selanjutnya orang tua korban melapor ke Polsek Bengkong.

Dari laporan itu tim langsung mendatangi panti asuhan tempat pelaku menjadi guru ngaji. Tidak lama pelaku langsung ditangkap dan dibawa ke Mapolsek untuk diperiksa.

"Hasilnya korban ada sebanyak 10 orang anak yang masih di bawah umur menjadi korban. Empat orang disetubuhi dan enam orang dilakukan pencabulan oleh pelaku," imbuh Kapolsek Bekong, AKP Bob Ferizal.

Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan perbuatan cabul dan menyetubuhi korban karena sering melihat video porno. Bahkan pelaku sudah di panti asuhan sejak berusia 8 tahun.

"Kurang lebih selama 15 tahun dibesarkan di panti asuhan pelaku diberi kepercayaan menjadi guru ngaji sejak lulus sekolah. Dia juga menyetubuhi korban dengan modus selalu memberikan jajan pada korban yang berumur di bawah 8-11 tahun. Kemudian untuk korban yang berumur 11- 17 tahun dibujuk rayu dan diancam dipukul dengan rotan," kata Bob.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 ayat (3) Jo, Pasal 82 ayat (2) UU RI No 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Pelaku terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.



Simak Video "Pria Ini Bawa Parang ke Masjid Gegara Suara Toa Bangunkan Sahur"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/astj)