Riau

Petani Sawit di Kampar Diserang OTK Pakai Samurai

Raja Adil Siregar - detikSumut
Senin, 20 Jun 2022 11:43 WIB
ILUSTRASI FOKUS (BUKAN BUAT INSERT) PENYERANGAN GENG MOTOR DI KEMANG (ILUSTRATOR: FUAD HASIM/DETIKCOM)
Ilustrasi ILUSTRATOR: FUAD HASIM/DETIKCOM)
Pekanbaru -

Puluhan petani sawit di Kampar, Riau diserang sekelompok orang dengan parang dan samurai. Bahkan anak-anak dan wanita mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dalam beberapa video viral yang diterima detikSumut, insiden berdarah terjadi pada Minggu (19/6). Terlihat aksi saling lempar di lokasi kebun sawit.

Tidak hanya itu, dalam beberapa video juga terlihat anak-anak dievakuasi karena luka-luka. Beberapa di antaranya dalam kondisi berdarah saat dievakuasi dari kerumunan ramai.


"Heii..anak-anak, ada anak-anak. Jangan," teriak wanita dalam video saat kericuhan terjadi.

Pria yang membawa samurai saat menyerang petani sawit di Kampar (foto; screen shoot video viral)Pria yang membawa samurai saat menyerang petani sawit di Kampar (foto; screen shoot video viral) Foto: Istimewa

Di tengah kericuhan, terlihat sekelompok orang melalukan perusakan pondok yang ada di kebun sawit. Pria dengan pakaian hitam itu secara berutal menghancurkan pondok di lokasi.

"Anak-anak luko (anak-anak terluka). Sakik mato den (sakit mataku)," teriak salah satu anak yang keluar dari kerumunan sembari menangis.

Seorang petani, Sri Ranti mengaku mereka tiba-tiba didatangi puluhan orang yang tak dikenal. Pria tak dikenal diduga preman itu datang dan berusaha masuk ke kebun sawit.

"Kemarin orang-orang suruhan itu datang membawa senjata tajam seperti samurai, parang dan senjata tumpul. Mereka mau masuk ke kebun kami tak bolehkan, habis itu brutal," terang Sri di RS Bhayangkara di Pekanbaru, Senin (20/6/2022).

Sri menyebut pria tidak dikenal itu datang untuk mengusir petani koperasi sawit. Namun petani menolak karena berbagai alasan.

"Mereka datang mau ngusir kami di lahan ulayat Desa Terantang. Ada pengurus lama (pengurus koperasi sawit) sudah jabat 10 tahun, dia tidak terima ada kepengurusan baru," kata Sri.

Karena itulah, pengurus lama diduga minta orang untuk mengusir petani dari kebun. Namun petani menolak karena sudah ada ketua dalam pengurus koperasi baru.

"Korban banyak, anak-anak dan perempuan di pos itu diserang. Pecahan kaca semua kena anak-anak dan semua banyak luka-luka ada juga kritis kena lempar batu," kata Sri.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengaku sudah menerima kabar tersebut. Bahkan kasusnya sudah ditangani Polres Kampar.

"Sudah (diterima laporan). Sudah ditangani Polres Kampar," kata Sunarto.



Simak Video "Puluhan Petani Sawit di Riau Diserang OTK Pakai Pedang Katana"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/astj)