Apindo Sumut Minta Kasus MV Manthu Bhum Segera Dituntaskan

Goklas Wisely - detikSumut
Kamis, 16 Jun 2022 20:09 WIB
Kapal yang membawa 34 kontainer bahan baku minyak goreng diamankan TNI AL di Medan. Puluhan kontainer berisi bahan baku minyak goreng itu milik 3 perusahaan.
Kapal Mathu Bhum (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara (Sumut) mempertanyakan penyelesaian kasus Kapal MV Mathu Bhum yang ditangkap TNI AL di Belawan. Kasus ini dinilai belum selesai meski sudah berjalan sejak 4 Mei 2022.

"Ada apa dengan Lantamal I Belawan atas kasus penangkapan Kapal Mathun Bhum. Kami dari Apindo Sumut meminta penjelasan perkaranya," Ketua Apindo Sumut, Dr Haposan Siallagan dalam keterangan tertulis, Kamis (16/6/2022).

Haposan menjelaskan bahwa pelaku usaha yang tergabung di Apindo Sumut mengalami kerugian atas penahanan Kapal Mathun Bhum di wilayah hukum Lantamal I Belawan.


"Atas penahanan itu telah mengganggu perekenomian dan ekspor Sumut. Dimana sebanyak lebih dari 600 teus kontainer berisikan berbagai komoditas ekspor tidak dapat terdistribusikan ke Singapura," ucap Haposan.

"Kerugian diprediksi dialami pelaku usaha di Sumut mencapai ratusan miliar," tambahnya.

Rektor Universitas HKBP Nommensen ini mengklaim Kapal MV Mathun Bhum telah melengkapi seluruh dokumen berlayar. Baik dari pihak Syahbandar Belawan hingga pemeriksaan dari Bea Cukai. Hasilnya lengkap dan valid.

Namun anehnya, ketika kapal tersebut ingin berlayar, saat sedang dipandu oleh pihak Syahbandar menuju lautan lepas, dihentikan oleh pihak Lantamal I Belawan untuk dilakukan pengecekan.

Dari pengakuan pelaku usaha yang merupakan anggota Apindo, lanjut Haposan, Lantamal I Belawan memperkarakan kapal tersebut dengan dugaan melanggar Permendag RI nomor 22 tahun 2022 tanggal 23 April 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor CPO dan turunannya.

"Seharusnya, sebelum Kapal Mathun Bhum berlayar oleh pihak regulator dilarang. Nah, ternyata diberikan izin berlayar. Kesalahan itu jangan merugikan pelaku usaha saja," bebernya.

Apindo Sumut berharap kepada pemerintah khususnya Panglima TNI untuk turun tangan menyelesaikan kasus penahanan Kapal Mathu Bhum ini.

"Jika tidak terbukti melanggar regulasi, maka Lantamal I Belawan harus melepaskan seluruh awak dan muatan kapal, agar dapat berlayar mengirimkan komoditas ekspor Sumut ke tujuannya," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, kapal MV Mathu Bhum ditangkap TNI-AL di perairan Belawan, Medan, Sumut pada 4 Mei 2022 yang lalu. Kapal itu diamankan lantaran mengangkut RBD Palm Olein atau bahan baku minyak goreng di tengah larangan ekspor bahan baku minyak goreng yang diterapkan pemerintah.



Simak Video "Momen Kericuhan Polisi-Warga saat Eksekusi Kafe di Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)