Sanksi Tegas Bagi Personel TNI-Polri Terlibat Kerangkeng Langkat

Tim detikSumut - detikSumut
Rabu, 25 Mei 2022 08:48 WIB
Komnas HAM mengecek langsung kerangkeng manusia di rumah bupati Langkat
Kerangkeng mansusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

Persoalan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin masih terus bergulir. Sejumlah personel dari TNI dan Polri turut terseret dalam kasus ini.

Untuk mengingatkan pembaca, kasus ini mulai diungkap oleh Migrant CARE yang melaporkan temuan itu ke Komnas HAM. Saat itu, Migrant CARE melaporkan soal keberadaan kerangkeng yang berada di belakang rumah Terbit.

"Berdasarkan laporan yang diterima Migrant CARE, di lahan belakang rumah Bupati tersebut, ditemukan ada kerangkeng manusia yang dipekerjakan di kebun kelapa sawitnya mengalami eksploitasi," ucap Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant CARE, Anis Hidayah, dalam keterangannya, Minggu (23/1/2022).


Setelah terungkap, kepolisian bersama Komnas HAM dan LPSK pun turun untuk menyelidiki keberadaan kerangkeng itu. Dari hasil penelusuran, ditemukan adanya penghuni kerangkeng yang meninggal karena diduga disiksa saat berada dalam kerangkeng.

Kasus ini pun terus bergulir, hingga akhirnya polisi menetapkan 9 orang tersangka dalam kasus ini termasuk Terbit Rencana Perangin Angin dan Anaknya Dewa Perangin-angin. 8 orang tersangka ditahan di Polda Sumut, sementara Terbit ditahan oleh KPK dalam kasus korupsi.

Tak hanya sampai disitu, terungkap juga adanya dugaan keterlibatan personel TNI dan Polri dalam kasus ini. Sejumlah personel TNI dan Polri bahkan sudah ditahan dan diberikan sanksi karena kasus ini.

Untuk personel TNI, sudah ada sepuluh orang yang diperiksa karena diduga terlibat dalam kasus ini. Lima orang diantaranya sudah ditahan oleh Pomdam.

"Dari hasil pemeriksaan itu, lima orang anggota sudah dilimpahkan ke Oditurat Militer. Lima anggota ini sekarang ditahan di Staltahmil Pomdam," kata Kapendam I/BB Kolonel Inf Donald Erickson Silitonga saat dihubungi, Selasa (24/5/2022).

Donald mengatakan lima orang personel TNI lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Mereka belum cukup bukti untuk dilakukan penahanan.

Sementara untuk personel Polri, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan sudah ada lima orang personel yang diberikan sanksi. Sanksi itu juga terkait kerangkeng manusia milik Terbit.

"Lima orang itu adalah anggota Polres Langkat dan satunya anggota Polres Binjai," kata Hadi kepada detikSumut, Selasa (25/4).

Hadi menyebutkan, lima anggota polisi itu telah menjalani sidang dan mendapat sanksi internal dari Polda Sumut karena mengetahui keberadaan kerangkeng. Putusan persidangan juga diterima oleh mereka.

"Ada yang sanksi demosi, kemudian penundaan pangkat, kemudian mutasi, tidak menerima gaji berkala atau berbagai macam sanksi yang sudah diberikan kepada lima anggota itu. Jadi untuk anggota Polri yang diduga mengetahui itu clear, sudah kita lakukan proses dan penindakan tegas dari pimpinan Polda Sumut," tegas Hadi.



Simak Video "Momen Makam Diduga Korban Tewas Kerangkeng Bupati Langkat Dibongkar"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)