Jambi

Kala Bandar Narkoba di Jambi Minta Tebusan ke Keluarga Kurir

Tim detikSumut - detikSumut
Sabtu, 14 Mei 2022 08:06 WIB
Ilustrasi narkoba/ ilustrasi sabu, ilustrasi barang bukti sabu
Foto: Ilustrasi narkoba (Ari-detikcom)
Jambi -

Sapriadi (36) bandar narkoba di Kabupaten Bungo, Jambi tidak terima ditipu. Riki Ricardo (33) kurir yang membawa pesanannya disekap selama tiga hari.

Bandar kesal ke kurir karena saat membuka paket pesanan justru mendapati garam. Padahal yang dipesannya adalah sabu seberat 1 kg.

Bahkan Sapriadi sempat menghubungi keluarga Riki untuk meminta uang Rp150 juta sebagai tebusan. Uang itu diminta untuk menggantikan uang Sapriadi yang tertipu saat membeli sabu seberat 1 kg seharga Rp 65 juta.


"Pelaku (Sapriadi) ini sempat hubungi keluarga korban (Riki). Saat itu korban disebut sebagai barang jaminan, pelaku meminta uang tebusan jika korban ingin dikembalikan dengan selamat. Pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp 150 juta ke keluarga korban," terang Kapolres Bungo Guntur Saputro kepada detikSumut Jumat (13/5/2022).

Sapriadi sendiri memesan sabu dengan warga Sumatera Barat bernama Nanda. Setelah menyepakati masalah harga Nanda memberi tahu bahwa Riki yang akan mengantarkan pesanan Sapriadi ke Kabupaten Bungo, Jambi.

Menurut Guntur awalnya Riki sempat takut mengirimkan 1 kg sabu ke Sapriadi. Namun, Nanda mengatakan kepada Riki bahwa yang diantarkannya adalah garam barulah Riki bersedia, apalagi dengan upah Rp 10 juta.

"Antara pelaku dan korban tidak saling kenal, hanya saja korban itu disekap oleh pelaku setelah pelaku ini merasa tertipu mau beli sabu dengan orang kenalan korban malah yang di kasih garam," katanya.

Mengetahui Riki disekap, pihak keluarga korban kemudian membuat laporan ke polisi. Laporan itu disampaikan pada Rabu (11/5) sekira pukul 12.00 WIB. Dari laporan itulah polisi mendalami kasus ini, hingga akhirnya polisi melakukan penyelidikan dan penangkapan.

"Kita dalami dulu kasus ini, dari hasil itu kita ambil keputusan untuk melakukan penangkapan karena ini ada warga yang disekap atau disandera kan makanya kita lakukan pengejaran. Dari hasil peta wilayah yang kita dapatkan, korban ini awalnya disekap di rumah pelaku, lalu kita menuju rumah pelaku ternyata kosong. Dan kita cari lagi, ternyata korban sudah dipindahkan ke kawasan kebun milik pelaku, di sanalah korban kita selamatkan dan pelaku kita tangkap," jelas mantan Kapolres Tanjabbarat ini.

Saat diselamatkan, terdapat sejumlah luka memar bekas aniaya pelaku dan beberapa rekan pelaku. "Hanya saja saat penangkapan, dua orang rekan Supriadi itu tidak berada di lokasi sehingga pelaku yang berhasil kita amankan. Korban ini juga awalnya tidak sendirian, dia disuruh antar barang kiriman oleh Nanda itu bersama dua orang rekannya pula, tetapi dua rekanya berhasil melarikan diri saat akan dilakukan penyekapan sehingga korban yang hanya disekap," ujar Guntur.



Simak Video "Panas! Anggota Dewan di Jambi Nyaris Baku Hantam dengan Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)