KPPU Curiga Kasus Penyelundupan Bahan Baku Migor Akan Ditutup

Tim detikSumut - detikSumut
Rabu, 11 Mei 2022 09:30 WIB
Kapal membawa 34 kontainer bahan baku minyak goreng diamankan di Medan
Foto: Kapal membawa 34 kontainer bahan baku minyak goreng diamankan di Medan (Datuk/detikSumut)
Medan -

Komisi Persaingan Pengawas Usaha (KPPU) curiga kasus penyelundupan 34 kontainer bahan baku minyak goreng ditutup-tutupi. Sebab, ada kepentingan pengusaha mencari keuntungan lebih besar dengan mengekspor bahan baku migor ke luar negeri.

Menurutnya, hal yang perlu ditelisik terkait penemuan 34 kontainer ialah adanya kepentingan pengusaha untuk mencari keuntungan lebih besar.

"Dan uang yang besar ini bisa berpotensi untuk menutup kasusnya," kata Kepala KPPU Kanwil I Medan, Ridho Pamungkas ketika dikonfirmasi, Selasa (10/5/2022).


Ridho tidak ingin kasus ini ditutup-tutupi. Maka dari itu proses penyelidikannya harus diungkap. "Ya kita tidak mau juga jadi seperti itu. Makanya proses penyelidikannya harus transparan lah," ujarnya.

Dia mengutarakan kondisi harga CPO saat ini di Malaysia sekitar Rp 4-5 ribu /kg. Sementara di Indonesia hanya Rp 1.500 - 2.000/kg. Maka dari itu ekspor ke Malaysia akan sangat menggiurkan pengusaha di Indonesia.

Oleh karena itu, bila pemilik minyak goreng tidak diungkap oleh pihak berwajib maka akan berpengaruh pada tujuan dari kebijakan larangan ekspor minyak goreng itu diberlakukan. Semisal, harga minyak goreng di Indonesia sampai saat ini belum turun sesuai ekspektasi pemerintah.

"Padahal udah sejak 28 April kemarin kebijakan larangan ekspor diberlakukan. Saat ini harga minyak goreng kemasan di dalam negeri masih sekitar Rp 25 ribu/kg. Seharusnya udah turun ke Rp 14 ribuan/kg," tuturnya.

Sebelumnya, TNI AL masih menyelidiki pemilik 34 kontainer bahan baku minyak goreng yang yang diamankan di Medan, Sumatera Utara.

"Untuk terkait siapa pemilik bahan baku minyak goreng itu masih proses penyelidikan. Untuk sementara proses pengamanan MV Mathu Bhum masih dalam penyelidikan oleh Lantamal I bersama Dinas Hukum TNI Angkatan Laut," kata Kadispen Lantamal I Belawan, Letkol Laut (KH) Rully Ramadhiansyah saat dihubungi, Selasa (10/5/2022).

Pada saat penangkapan, MV Mathu Bhum yang diawaki oleh 29 orang termasuk nakhoda (24 warga negara Thailand dan 5 warga negara Malaysia) mengangkut ratusan kontainer. Di antaranya, ada 34 kontainer berisi RBD Palm Olein.

"Dalam pemeriksaan awal ditemukan pelanggaran dengan mengangkut muatan ekspor minyak goreng. Selain itu 3 nomor seri kontainer yang berisi minyak goreng tidak sesuai dengan nomor seri yang tertulis di Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)," ucapnya.

"Selain itu, tanggal perkiraan ekspor sesuai tercantum di PEB berbeda dengan riil pelaksanaan ekspor. Di PEB tertulis tanggal perkiraan ekspor 29 April, 1 Mei, 2 Mei, 3 Mei. Sedangkan pelaksanaan ekspor riil 4 Mei," lanjutnya.



Simak Video "MAKI Serahkan Berkas ke KPPU soal Penyelewengan 9 Eksportir CPO "
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)