Peringati Hari Ulos, MFCF Pamerkan Ulos Berusia Ratusan Tahun

Peringati Hari Ulos, MFCF Pamerkan Ulos Berusia Ratusan Tahun

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Sabtu, 17 Okt 2026 20:02 WIB
Pameran dan talkshow Ulos oleh desainer Edward Hutabarat dan Torang Sitorus.
Pameran dan talkshow Ulos oleh desainer Edward Hutabarat dan Torang Sitorus. (Foto: Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Medan -

Memperingati Hari Ulos tahun 2026, Medan Fashion and Culture Festival (MFCF) memamerkan busana berbahan dasar ulos yang berusia puluhan hingga ratusan tahun. Busana ini merupakan karya para desainer lokal yang dibuat dari kain ulos yang dilestarikan turun temurun.

"Tadi disampaikan oleh Pak Edward Hutabarat tentang bagaimana seniman-seniman kita itu memiliki karya yang sangat luar biasa, bertahun-tahun, bahkan ada yang ratusan tahun, yang tentunya memiliki nilai yang baik sekali," ujar Wali Kota Medan Rico Waas saat diwawancarai di lokasi MFCF di Atrium Sun Plaza Medan, Sabtu (17/10/2026).

Rico mengatakan, ulos sebagai kain tradisional asli Sumatra Utara perlu diperkenalkan kepada masyarakat. Termasuk nilai-nilai dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini (kain ulos) perlu diketahui oleh masyarakat kita sendiri betapa berharganya, betapa sangat luar biasanya karya yang ada di negara kita, yang ada di daerah kita, dan tentunya perlu sekali dikembangluaskan, ya, dimulai dari kota ini," kata Rico.

Pameran ulos ini dihadiri oleh desainer asal Sumatra Utara di antaranya Torang Sitorus dan Edward Hutabarat.

ADVERTISEMENT

Kedua desainer memamerkan beberapa karya ulos yang bahan asalnya berusia hingga 80 tahun. Beberapa ulos juga diwarnai dengan pewarna alami dan dijahit manual dengan tangan.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Airin Rico Waas mengatakan, MFCF tahun ini digelar dengan kegiatan talkshow bersama desainer dari Medan dan Jakarta.

Airin berharap talkshow ini dapat membuka peluang bertukar wawasan antara para desainer.

"Dengan adanya talkshow yang narasumbernya dari Medan, dari Jakarta, kita bisa saling bertukar pengalaman dan tentunya pengalaman yang ada dari fashion desainer, fashion stylist dari Jakarta bisa menjadi inspirasi bagi dunia fashion di Kota Medan. Dan harapan saya dunia fashion di Kota Medan semakin berkembang di mana kita bisa maju ke tingkat nasional, bahkan kalau bisa ke tingkat internasional," ujar Airin.

Airin juga menekankan peran penting Dekranasda terhadap pelestarian wastra lokal. Menurutnya, dengan acara fashion show dan pameran busana seperti MFCF, dapat meningkatkan minat masyarakat untuk memakai kain tradisional.

"Dengan naiknya fashion di Kota Medan, para pengrajin pun naik. Pengrajin-pengrajin ulos, tenun Melayu, Uis Karo, di mana dengan naiknya keinginan masyarakat memakai wastra, di situ juga naik tingkat perekonomian para pengrajin ulos, pengrajin tenun Melayu, dan kain-kain tenun lainnya," kata Airin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Odi Anggia Batubara berharap MFCF menjadi agenda tahunan dengan tema berbeda setiap tahunnya. Jika tahun ini tema yang diangkat adalah ulos, tahun depan, Odi berencana mengangkat tema Uis Melayu.

"Yang mana ini menjadi salah satu agenda yang nanti karakternya akan berbeda setiap tahun. Tahun ini adalah ulos, mungkin tahun depan adalah uis Melayu," ujar Odi.

Odi berharap MFCF dapat menumbuhkan ekonomi kreatif baru di mana para desainer lokal dapat berkumpul dan berkembang bersama.

"Jika para desainer lokal naik kelas otomatis yang dari bawah akan kita kumpulkan kembali dan ini juga mereka juga sudah punya wadah di Mal Pelayanan Publik yang sekarang ini berada di bawah Dekranasda, ini mereka bisa dibantu untuk menjual dan memasarkan karya-karyanya," tutupnya.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads