Bunga rampai menjadi salah satu unsur penting dalam tradisi Melayu yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai acara adat. Tidak sekadar campuran bunga harum, bunga rampai menyimpan begitu banyak nilai dalam kehidupan masyarakat Melayu.
Budayawan Melayu, M. Muhar menjelaskan bahwa bunga rampai merupakan campuran bunga-bunga harum yang diiris halus dan digunakan dalam berbagai perlengkapan adat. Kehadirannya tidak hanya memperindah suasana, tetapi juga mengandung nilai simbolis, estetika, hingga spiritual.
"Bunga rampai adalah campuran bunga-bunga harum yang diiris halus dan digunakan sebagai bagian dari perlengkapan adat. Dalam budaya Melayu, bunga rampai bukan sekadar hiasan, tetapi juga memiliki nilai simbolis, estetika, dan spiritual," tutur Muhar, Rabu (15/4/2026).
Muhar mengatakan, komposisi bunga rampai tidak dibuat sembarangan. Jumlah bahan yang digunakan biasanya mengikuti hitungan ganjil, yakni tiga, lima, atau tujuh jenis bunga.
Angka-angka ini memiliki makna kosmologis dalam pandangan Melayu masa lampau.
"Tujuh itu melambangkan petala, yaitu keyakinan kosmologi Melayu tentang lapisan bumi dan langit yang membawa tuah. Lima sebagai simbol spiritual Melayu yang berkaitan dengan kehambaan kepada Ilahi, sementara tiga melambangkan dimensi alam, yakni negeri atas (hijau), tengah (kuning), dan bawah (merah)," katanya.
Secara umum, bunga rampai dibuat dari bahan-bahan alami yang harum, seperti bunga mawar, melur atau melati, kenanga, cempaka, serta daun pandan untuk memperkuat aroma. Tak jarang, masyarakat juga menambahkan minyak wangi atau air mawar agar wanginya semakin semerbak.
Dalam praktiknya, bunga rampai kerap hadir di berbagai acara adat Melayu. Mulai dari pernikahan seperti penyambutan pengantin dan tabur bunga, ritual tepung tawar sebagai bentuk doa dan pemberkatan, hingga penyambutan tamu kehormatan dan upacara keagamaan tertentu.
Lebih dari itu, bunga rampai juga menyimpan makna filosofis yang dalam. Keharumannya melambangkan nama baik dan martabat, sekaligus menjadi doa dan harapan akan kebaikan.
Selain itu, bunga rampai juga merepresentasikan kesucian hati, keindahan, serta keharmonisan dalam kehidupan.
Simak Video "Video: Warga Juwana di Pati Gelar Sedekah Laut, Larung Kepala Kerbau-Kambing"
(mjy/mjy)