Arti Motif Lebah Bergantung dalam Budaya Melayu dan Filosofinya

Sumut in History

Arti Motif Lebah Bergantung dalam Budaya Melayu dan Filosofinya

Siti Asyaroh - detikSumut
Rabu, 04 Feb 2026 07:31 WIB
Arti Motif Lebah Bergantung dalam Budaya Melayu dan Filosofinya
Foto: Ornamen motif lebah bergantung di Masjid Lama Gang Bengkok (Siti/detikcom)
Medan -

Motif Lebah Bergantung merupakan salah satu ragam hias tradisional yang banyak ditemukan dalam budaya Melayu. Motif ini kerap diaplikasikan pada ukiran rumah adat, hiasan pelaminan, kain songket, hingga ornamen bangunan bernuansa Melayu.

Lebih dari sekadar hiasan visual, Lebah Bergantung mengandung nilai filosofi yang dalam dan merepresentasikan pandangan hidup masyarakat Melayu.

Secara visual, motif Lebah Bergantung terinspirasi dari kehidupan lebah yang hidup berkelompok dan bergantung pada sarangnya. Dalam konteks budaya Melayu, sifat-sifat tersebut dijadikan teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penelitian Armen Titof mengenai "Nilai Filosofi Ornamen Lebah Bergantung Sebagai Aspirasi Penciptaan Lukisan Kaligrafi Islam" menyebut bahwa lebah dikenal sebagai hewan yang bersih, rajin, hingga mendatangkan kebaikan.

ADVERTISEMENT

"Lebah banyak memberikan contoh kehidupan seperti memakan makanan yang bersih, rajin, tidak mencari musuh, tapi kalau datang tidak mengelak, hinggap di ranting yang kecil dan menghisap madu, ranting tidak patah dan bunga tidak rusak, dalam kehidupannya selalu mendatangkan kebaikan," tulisnya.

Lebah Bergantung juga menggambarkan kebersamaan dan gotong royong. Masyarakat Melayu meyakini bahwa hidup tidak dapat dijalani secara individualis. Seperti lebah yang saling bergantung satu sama lain dalam koloni, manusia juga diharapkan mampu hidup berdampingan, saling membantu, dan menjaga keharmonisan sosial.

Selain itu, lebah juga melambangkan kerja keras dan kebermanfaatan. Lebah menghasilkan madu yang manis dan berguna bagi banyak makhluk.

Nilai ini sejalan dengan ajaran Melayu yang menekankan bahwa setiap manusia sebaiknya memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Hingga kini, motif Lebah Bergantung masih terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Melayu. Kehadirannya dalam berbagai elemen seni dan arsitektur menjadi pengingat akan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur.

Artikel ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads