Pernah nggak sih kamu jalan-jalan di Medan, lalu tiba-tiba bingung pas orang bilang 'naik kereta' tapi kok nggak ke stasiun? Atau malah panik kalau orang bilang 'jangan main di pasar'? Jangan khawatir, kamu bukan sendirian!
Medan memang punya 'bahasa' yang unik dan bikin orang asing bingung. Bukan bahasa Batak, bukan juga bahasa Melayu murni, tapi campuran dari berbagai budaya yang jadi jadi lebih khas. Orang Medan biasa menyebutnya 'Cakap Medan'.
Supaya kamu makin paham dan nggak dianggap aneh saat berinteraksi dengan warga Medan, kami sudah merangkum kamus bahasa santai Medan yang paling lengkap. Mulai dari istilah soal transportasi hingga kata-kata ikonik yang langsung bikin kamu merasa seperti warga setempat. Yuk, simak daftar lengkapnya di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Transportasi & Tempat
- Becak Hantu: Becak bermotor yang melaju sangat kencang.
- Galon: SPBU (Pom Bensin).
- Kede Aceh: Warung kelontong (biasanya milik orang Aceh).
- Kede Sampah: Warung kecil yang menjual sayuran dan kebutuhan dapur.
- Kereta: Sepeda motor (bukan kereta api).
- Monja/Monza: Tempat jual baju bekas impor (asal kata: Monginsidi Plaza).
- Pajak: Pasar (tempat jual beli sayur, daging, atau kebutuhan pokok).
- Pasar: Jalan raya beraspal.
- Pinggir!: Ucapan kepada supir angkot saat penumpang ingin turun.
- Simpang: Perempatan atau pertigaan jalan.
- Tembak: Jalan pintas atau rute langsung menuju sasaran.
- Titi: Jembatan.
Sifat & Karakter Orang
- Angek: Iri atau cemburu.
- Baling: Eror, rusak, atau tingkah laku yang mulai aneh/miring.
- Banyak Pola: Banyak tingkah atau ribet.
- Berlagak: Sombong.
- Celit: Pelit/Kikir.
- Cengkunek: Banyak gaya atau omong kosong.
- Congok: Rakus
- Gecor: Besar Mulut, tidak bisa menyimpan rahasia
- Ecek-ecek: Pura-pura atau sekadar main-main.
- Hajab: Mampus, hancur, atau sedang dalam kesulitan besar.
- Hambat: Menghadang atau menghalangi jalan orang lain.
- Kompas: Memalak atau memeras uang.
- Koncet: Kata seru untuk mengumpat, mencaci dan memaki
- Kreak: Belagu
- Lantam: Mulut tajam, pedas, atau kasar saat berbicara.
- Lasak: Tidak bisa diam atau pecicilan.
- Ligat: Lincah, cekatan, atau sangat cepat.
- Mengkek: Manja atau sok cantik/ganteng.
- Mentel: Genit atau centil.
- Paok: Bodoh/Tolol.
- Pening: Pusing atau bingung.
- Sengak: Ketus saat berbicara.
- Sok Paten: Merasa paling hebat atau paling keren.
- Tokok: Memukul bagian kepala (jitak).
- Tungkik: Sebutan untuk orang yang tidak peduli atau pura-pura tuli.
Kata Ganti & Aktivitas Sehari-hari
- Bah: Kata seru untuk tanda terkejut, heran, atau penegasan.
- Balen: Minta lagi (biasanya terkait makanan).
- Barges: Barang gesek; Perempuan Nakal
- Berondok: Sembunyi/Bersembunyi.
- Beselemak: Belepotan atau berantakan saat makan/bekerja.
- Bos: Sebutan untuk orang tua (Ayah/Ibu).
- Cakap-cakap: Ngobrol santai.
- Cetek: Dangkal atau pendek (misal: air sungai).
- Cok/cak: Singkatan dari "Coba" (misal: "Cok kau rasa dulu").
- Gas: Lanjutkan atau lakukan sekarang juga.
- Golek-golek: Tidur-tiduran atau bersantai.
- Gondok: dongkol. "Gondok aku dibuatnya."
- Gosok: Menyetrika baju.
- Is: Kata seru menunjukkan rasa jijik atau tidak suka.
- Kedan: Teman akrab atau sahabat karib.
- Kelen: Kalian.
- Ketua: Panggilan akrab untuk teman laki-laki.
- Kekeh: Lucu atau tertawa terpingkal-pingkal.
- Koyak: Robek.
- Lek: Panggilan akrab (singkatan dari dialek atau kawan).
- Melalak: Jalan-jalan keluar rumah tanpa tujuan (keluyuran).
- Merepet: Mengomel atau marah-marah.
- Sor: Suka, tertarik, atau naksir sesuatu/seseorang.
- Sor-soran: Sekadar suka-sukaan (tidak serius).
- Tandai: Mengingat atau menandai orang/tempat.
- Tarok: Letak/Meletakkan.
- Tengok: Lihat.
- Tumbuk: Pukul atau tonjok.
- Uwak: Panggilan untuk orang tua (paman/bibi) atau pedagang senior.
Kuliner & Barang
- Bonbon: Permen (juga bisa berarti lubang dalam konteks tertentu).
- Gelek: Ganja.
- Gembok: Kunci tambahan.
- Indomie: Sebutan untuk semua merek mi instan.
- Kopi O: Kopi hitam tanpa susu (kopi pahit).
- Mancis: Korek/Pemantik
- Mandi: Teh Manis Dingin (Es Teh Manis).
- Masuk Angin: Kondisi kerupuk/makanan yang sudah tidak renyah lagi (mempem).
- Minyak Lampu: Minyak tanah.
- Pipet: Sedotan plastik untuk minum.
- Plastik: Kantong kresek.
- Tali Pinggang: Ikat pinggang.
Istilah Ikonik & Populer Lainnya
- Aci: Boleh atau sah.
- Alamak: Kata seru saat terkejut atau heran.
- Bantai: Selesaikan dengan keras atau hajar habis-habisan.
- Cemana: Bagaimana (singkatan dari "Macam mana").
- Enceng: Selesai (biasanya digunakan dalam permainan anak-anak).
- Eskete: Musuhan atau sedang tidak berteman (biasanya istilah anak kecil).
- Gak Jelas: Membingungkan atau tidak berpendirian.
- Guli: Kelereng.
- Habes: Selesai atau sudah siap.
- Hantam: Tabrak, pukul, atau hajar.
- Intip-intip Ayam: Malu-malu kucing.
- Kek Mana: Bagaimana.
- Macam Betul Aja: Seolah-olah benar (ungkapan meragukan orang).
- Mana Main: Tidak level atau tidak masuk hitungan.
- Ngeri-ngeri Sedap: Berisiko, membuat deg-degan, namun menggiurkan.
- Pala: Sangat/Terlalu (misal: "Gak pala jauh" = tidak terlalu jauh).
- Pekak: Tuli.
- Raun-raun: Jalan-jalan keliling menggunakan kendaraan.
- Selop: Sandal.
- Sikit-sikit: Sedikit demi sedikit.
- Udah Pas-lah Itu: Sudah cocok atau sudah benar.
- Ujungnya: Hasil akhirnya.
Nah, itu dia daftar lengkap istilah bahasa Medan yang harus kamu ketahui. Sekarang kalau ada orang yang bilang "ngeri-ngeri sedap", kamu sudah tidak perlu bingung lagi, kan?
Bahasa Medan memang unik. Meskipun terdengar keras dan tegas, sebenarnya itu mencerminkan keakraban dan kejujuran warga Medan yang luar biasa. Jadi, jangan sungkan untuk mencoba memakai kata-kata di atas saat belanja di pasar atau ngobrol di kedai kopi.
Ada istilah Medan favorit lainnya yang belum masuk daftar? Atau ada pengalaman lucu karena salah paham bahasa Medan? Tulis di kolom komentar di bawah ya, detikers!
Artikel ini ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di detik.com.
Simak Video "Video: Prabowo Tolak Bantuan Asing, Pemkot Medan Kembalikan Beras dari UEA"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)











































