Sumut in History

Tunggal Panaluan, Tongkat Sakral dalam Ritual Batak Kuno

A Fahri Perdana Lubis - detikSumut
Kamis, 15 Jan 2026 23:58 WIB
Foto: Tongkat Tunggal Panaluan, salah satu koleksi di Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara (A Fahri/detikcom)
Medan -

Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara menyimpan salah satu artefak penting dalam tradisi religius Batak Toba, yakni Tunggal Panaluan. Tongkat ini bukan sekadar benda ritual, melainkan simbol kekuasaan spiritual yang digunakan dalam upacara-upacara kepercayaan Batak kuno.

Berdasarkan keterangan arsip Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara, Tunggal Panaluan merupakan tongkat yang digunakan oleh Datu Bolon. Tongkat itu digunakan dalam berbagai upacara religius seperti ritual menahan dan meminta hujan, serta upacara menolak bala.

"Tunggal Panaluan adalah tongkat yang dipakai oleh Datu Bolon dalam upacara-upacara religi Batak Kuno," tertulis dalam penjelasan koleksi Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara.

Dalam pelaksanaannya, upacara tersebut biasanya disandingkan dengan tarian Tortor dan diiringi alat musik tradisional Batak, sementara Datu Bolon berdiri di tengah sambil melafalkan mantra.

Proses pembuatan Tunggal Panaluan juga tidak dilakukan secara sembarangan. Arsip museum mencatat bahwa pembuatan tongkat ini harus didahului dengan upacara khusus, karena tongkat tersebut diyakini diisi dengan kekuatan magis sesuai keahlian pemiliknya.

"Tongkat tersebut diisi dengan ilmu magis sesuai keahlian si empunya," demikian keterangan arsip museum.



Simak Video "Menjelajahi Sejarah Sumatera Utara di Museum Negeri"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork