Tanah Batak merupakan salah satu kawasan hunian masyarakat bersuku Batak di daerah Tapanuli. Penyebutan dalam bahasa local diucapkan dengan Tano yang artinya tanah. Tanah Batak identik dengan sejumlah kawasan-kawasan yang ditempati masyarakat Batak Toba. Sekalipun Batak bukan hanya sub kultur Toba.
Masyarakat Batak sendiri memiliki pola hidup menganut sistem patrilineal, artinya garis keturunan ditarik dari ayahnya. Karena itu, penempatan marga diturunkan sesuai dengan garis keturunan leluhur dari ayah.
Demikian juga dengan penempatan perkampungan dan penerapan adat istiadat. Kehidupan masyarakat batak tidak lepas dari garis silsilah. Ikatan yang kuat dan pengaruh doktrin orang tua secara turun menurun sangat mempengaruhi keyakinan masyarakat batak.
Karena itu, masuknya agama-agama pendatang dalam kehidupan masyarakat batak tidaklah mudah. Bahkan memiliki cerita yang beragam dan sangat dramatis. Saat ini Etnis Batak Toba mayoritas beragama Kristen Protestan dan Katolik.
Ajaran agama katolik masuk ke tanah batak yang dibawa oleh R.P. Sybrandus van Rossum, O.F.M.Cap yang mulai bertugas di Balige sejak tanggal 5 Desember 1934.
Tidak banyak yang mengetahui sejarah perjalanan imam Gereja Katolik sekaligus misionaris Kapusin tersebut. Padahal, pengaruh Katolik terhadap perkembangan masyarakat Batak sangat besar. Termasuk dalam membangun sumber daya manusia yang mengakar pada budaya.
Tidak ingin sejarah tersebut hilang begitu saja, maka Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Agung Medan (KAM) menggarap satu drama tari kolosal yang mengisahkan penyebaran katolik di Tanah batak.
Drama tari karya garapan Doli Renaldo Simbolon yang berjudul Ahu Utusan Ni Raja Rom diharapkan dapat menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan dan perjalanan masuknya ajaran Roma Katolik di Tanah Batak.
Drama tari tersebut juga menjadi ruang refleksi umat untuk menziarahi kenangan perjalanan katolik di Tanah Batak yang terjadi ratusan tahun silam.
Mengulas cerita-cerita yang hampir terlupakan. Baca selanjutnya...
Simak Video "Video: 1 Tahun Wafatnya Paus Fransiskus, Paus Leo Beri Penghormatan"
(bpa/bpa)