Laksamana Raja di Laut, Datuk Penjaga Selat Malaka dari Perompak

Riau

Laksamana Raja di Laut, Datuk Penjaga Selat Malaka dari Perompak

Raja Adil Siregar - detikSumut
Minggu, 25 Sep 2022 10:00 WIB
Makam Laksamana Raja di Laut di Bengkalis, Riau. (Raja Adil Siregar/detikSumut)
Makam Laksamana Raja di Laut di Bengkalis, Riau. (Raja Adil Siregar/detikSumut)
Bengkalis -

Kejayaan Kerajaan Siak di Riau tercatat banyak meninggalkan jejak sejarah yang dapat dikunjungi masyarakat. Sebuah makam Datuk Laksmana Raja di Laut salah satu yang kini bisa dikunjungi.

Makam Datuk Laksamana Raja di Laut itu berada di Desa Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis. Datuk Laksamana adalah salah satu pembesar Kerajaan Siak.

Sultan Siak memberikan titah pada Datuk Laksamana sebagai salah satu punggawa kerajaan. Tugasnya menjaga pesisir pantai Selat Malaka dari gangguan perompak dan penjajah yang akan masuk ke wilayah Siak.


Laksamana Raja di Laut bukanlah seorang keturunan raja atau kerabat raja. Namanya mulai populer setelah mendapat mandat untuk mengawasi dan mengamankan laut pesisir timur mulai Selat Bengkalis hingga perairan Dumai dan Selat Malaka.

Mandat diberikan karena pada masa itu banyak lanun atau bajak laut yang kerap merompak kapal pedagang. Bahkan tak jarang kapal-kapal yang hendak menuju Kerajaan Siak jadi sasaran.

Menurut cerita masyarakat setempat, ada empat tokoh yang ditugasi raja menjaga wilayah Bukit Batu. Keempatnya adalah Datuk Ibrahim bergelar Datuk Laksamana Raja di Laut 1 dan tiga penerusnya Datuk Kamis (Laksamana Raja di Laut II), Datuk Abdullah Saleh (Laksamana Raja Dilaut III) dan Datuk Ali Akbar (Datuk Laksamana Raja Dilaut IV).

Konon Datuk Ibrahim merupakan Datuk Laksamana Raja di Laut I yang berkuasa pada tahun 1767 M-1807 M. Alasan itu yang membuat raja menunjuknya untuk menghalau dan menjaga Selat Malaka.

"Datuk Laksamana Raja di Laut ini sangat dikenal oleh masyarakat. Tugasnya untuk menjaga wilayah dari perompak atau bagi masyarakat setempat menyebutnya lanun," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Datuk Yoserizal Zein.

Beda dengan Kerajaan Siak yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Siak saat ini. Kediaman Datuk Laksamana Raja di Laut atau Datuk Ibrahim berjarak sekitar 1 jam dari Kota Dumai dan 1,5 jam lebih dari Istana Siak.

Lokasi makam sendiri telah menjadi situs sejarah. Di mana makam Datuk Ibrahim atau Laksamana Raja di Laut I ada di Desa Bukit Batu dan Datuk Laksamana II, III dan IV yang ada di Desa Sukajadi.

"Lokasi makam sendiri sekarang menjadi destinasi wisata sejarah. Makam banyak dikunjungi masyarakat saat akhir pekan," katanya.

Selain wisata sejarah makam Datuk Laksmana Raja di Laut, di Kecamatan Bukit Batu juga ada destinasi wisata lain seperti Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GBK-BB). Termasuk 2 objek wisata bahari yaitu pantai Desa Sepahat dan Tenggayun serta pusat kerajinan tenun songket.



Simak Video "Dramatis! Proses Evakuasi Anak Gajah dari Galian di Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/astj)