5 Rekomendasi Film Bertema Batak, Cocok Ditonton Anak Perantauan

5 Rekomendasi Film Bertema Batak, Cocok Ditonton Anak Perantauan

Kartika Sari - detikSumut
Selasa, 13 Sep 2022 19:15 WIB
Sanggar tari dari PT Inalum mementaskan tarian Sipitu Cawan di Desa Meat, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Tarian khas Sumut ini tergolong sakral.
Ilustrasi (Foto: Pradita Utama)
Medan -

Tradisi lokal memiliki pesona dan keunikan tersendiri bagi di tiap daerah. Keunikan ini sering dilirik sutradara untuk direalisasikan dalam bentuk film.

Bahkan, kini begitu banyak perfilman yang mengangkat film lokal, diantaranya tradisi etnis Batak di Sumatera Utara.

Nah, kali ini detikSumut akan berikan rekomendasi lima film bertemakan tradisi Batak yang cocok ditonton anak perantauan:


1. Ngeri Ngeri Sedap

Film Ngeri Ngeri Sedap mendapat respons positif dari para penonton di seluruh Indonesia. Bahkan film ini menembus 1 juta penonton pada hari pertama penayangan.

Film garapan sutradara Bene Dion Rajagukguk ini mengangkat latar belakang kehidupan sehari-hari masyarakat suku Batak di Samosir.

Film ini dibintangi oleh Tika Panggabean, Indra Jegel, Boris Bokir Manullang, Lolox, dan Gita Bhebhita Butar-butar yang mengambil lokasi syuting di pinggiran danau Toba.

Berdurasi 1 jam lebih, Film Ngeri Ngeri Sedap menceritakan kehidupan orang tua yang merindukan tiga putranya yaitu Domu, Gabe, dan Sahat yang merantau ke luar kota.

Sudah berulang kali sang orang tua meminta untuk anak-anaknya pulang kampung namun tak kunjung menemukan waktu yang tepat.

Pada suatu hari, sang ayah memiliki ide pura-pura bercerai agar sang anak dapat pulang kampung untuk dapat menghadiri acara adat keluarga besar mereka.

Mengusung tema keluarga yang menguras emosi, namun pesona Danau Toba begitu ditonjolkan sehingga membuat mata para penonton begitu dimanjakan. Tak hanya itu, percakapan bahasa Batak dan musik Batak juga begitu ditonjolkan yang membuat film ini semakin menarik untuk ditonton.

2. Mursala

Film Mursala tayang pada tahun 2013 dengan mengambil penceritaan unsur adat Batak yang kental.

Film garapan Viva Westi ini mengambil lokasi syuting di Tapanuli dan Jakarta. Film Mursala ini dibintangi oleh Rio Dewanto, Titi Sjuman, Mongol, dan Tio Pakusadewo.

Mursala menceritakan kisah cinta perbedaan marga. Anggiat (Rio Dewanto), pemuda Batak sukses yang merantau dari Sorkam, Tapteng ke Jakarta.

Walaupun sukses menjadi pengacara, hal tersebut masih kurang di mata sang ibu yang mengharapkan Anggiat menikahi paribannya (saudara sepupu).

Namun, hal tersebut menjadi pergejolakan batin bagi Anggiat yang ternyata sudah menaruh hati untuk Clarita (Anna Sinaga) yang merupakan presenter tv.

Namun kisah cinta Anggiat dan Clarita ternyata harus bertentangan dengan adat Batak lantaran Marga Anggiat yaitu Simbolon dan Clarita yaitu Saragih yang tidak memungkin dirinya menikah kecuali harus keluar dari adat marga mereka masing-masing.

3. Toba Dreams

Film Toba Dreams tayang pada tahun 2015 yang dibintangi oleh Vino G Bastian, Marsha Timothy, dan Mathias Muchus.

Menariknya, film ini diangkat dari novel karangan TB Silalahi yang berjudul sama.

Toba Dreams bercerita mengenai konflik antara ayah yang diperankan Mathias Muchus (sersan mayor Tebe) dengan Ronggur (Vino G Bastian).

Sersan Mayor Tebe begitu mencintai anak-anaknya namun dengan caranya sendiri yang keras sehingga membuat Ronggur memberontak.

Dalam hal ini, Ronggur masuk dalam dunia mafia narkoba dan jatuh cinta pada Andini (Marsha Timothy), gadis Jawa yang berbeda agama dengan Ronggur.

Selain mengangkat konflik antara hubungan keluarga dan percintaan, para penonton akan diajak untuk menyaksikan pesona alam Danau Toba dan gemerlap kota Jakarta.

Film Lainnya Ada di Halaman Selanjutnya, Jangan Sampai Tak Dibaca Ya,,,,