Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan pembangunan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam program pengembangan energi surya berkapasitas total 100 Gigawatt peak (GWp) di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu lokasi proyek tersebut berada di Pulau Sembur, Galang, Batam, Kepulauan Riau.
PLTS Pulau Sembur memiliki kapasitas sekitar 925,6 kilowatt peak (kWp) atau mendekati 1 megawatt peak (MWp). Sistem tersebut dilengkapi baterai berkapasitas sekitar 1 megawatt hour (MWh) untuk mendukung pasokan listrik masyarakat selama 24 jam.
Secara keseluruhan, PLTS ini menggunakan 1.424 panel surya, masing-masing berkapasitas 650 watt peak (Wp). Setiap panel berukuran sekitar 1.134 x 2.382 milimeter. Area panel PLTS sendiri mencapai sekitar 0,9 hektare, sedangkan kebutuhan lahan untuk pengembangan fasilitas pendukung, termasuk cold storage dan fasilitas lainnya, mencapai sekitar 1,3 hektare.
Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris, mengatakan kehadiran PLTS tersebut memberikan perubahan besar bagi kehidupan masyarakat Pulau Sembur.
"Ini sangat-sangat membantu, sangat disyukuri oleh masyarakat yang ada di Pulau Sembur ini, karena sebelumnya mereka belum pernah menikmati listrik sampai 24 jam," kata Harris saat ditemui di lokasi, Selasa (25/8/2026).
Baca juga: 307 WNI Dipulangkan dari Malaysia ke Batam |
Menurut Haris, sebelum PLTS beroperasi, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi harus mengandalkan generator set (genset) berbahan bakar minyak. Kondisi tersebut membuat biaya listrik relatif mahal dan penggunaannya terbatas.
"Dulu ada listrik, tetapi itu hanya orang per orang saja yang punya diesel dan tentunya juga biayanya begitu mahal karena harga BBM juga mahal," ujarnya.
Kini, PLTS dengan kapasitas mendekati 1 MWp tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Pulau Sembur sepanjang hari. Bahkan, menurut Harris, masih terdapat kelebihan energi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi produktif.
Kelebihan energi tersebut antara lain dimanfaatkan untuk mendukung cold storage, ice maker, serta berbagai fasilitas lain yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Harapannya tidak hanya fasilitas ini menyediakan khusus untuk di Pulau Sembur. Karena listriknya berlebih, mungkin juga nanti di pulau-pulau sekitar," kata Harris.
Ia berharap Pulau Sembur nantinya dapat menjadi salah satu pusat produksi es bagi nelayan dari pulau-pulau di sekitarnya.
"Kita harapkan ini berdampak di pulau lain," ujarnya.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, mengatakan pembangunan PLTS Pulau Sembur, Batam menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi besar pemerintah, mulai dari kemandirian energi hingga penguatan pertumbuhan ekonomi desa.
Menurut Oki, terdapat empat visi besar yang mulai terlihat melalui proyek tersebut, yakni kemandirian energi, program 100 GWp, penguatan koperasi desa, serta pertumbuhan ekonomi desa.
"Visi kemandirian energi itu kita bisa melihat sudah mulai terwujud pada hari ini, khususnya di Pulau Sembur ini," ujar Oki.
Simak Video "Video: 6.300 Koperasi Merah Putih Berbasis Energi Terbarukan Masuk Tahap Operasional"
(afb/afb)