Bobby Heran Sumut Penghasil CPO Tapi Warga Sulit Cari Minyak Makan

Bobby Heran Sumut Penghasil CPO Tapi Warga Sulit Cari Minyak Makan

Nizar Aldi - detikSumut
Kamis, 11 Jun 2026 20:35 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution (Nizar Aldi/detikcom)
Foto: Gubernur Sumut Bobby Nasution (Nizar Aldi/detikcom)
Simalungun -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution menyebut Sumut menjadi salah satu daerah penghasil CPO kepala sawit terbesar di Indonesia. Namun, ia heran warga masih kesulitan mencari minyak makan.

Bobby awalnya mengungkap adanya wacana Domestic Market Obligation (DMO) Daerah untuk produksi kelapa sawit dan CPO. Nantinya BUMD milik Pemkab bakal memproduksi minyak goreng untuk mengatasi kelangkaan.

"Nanti tolong dirumuskan, mungkin baru wacana tapi nggak apa-apa saya sampaikan di sini ajalah, kami ini Sumatera Utara daerah salah satu penghasil kelapa sawit, penghasil CPO, tapi kadang-kadang (warga) nyari minyak makan susah," kata Bobby di acara Pekan Inovasi dan Investasi Sumut, Kabupaten Simalungun, Kamis (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut menantu Joko Widodo (Jokowi) itu, banyak perusahaan besar kelapa sawit di Sumut. Termasuk yang bermasalah ketika diumumkan beberapa waktu lalu.

"Padahal perusahaannya di sini besar-besar, mohon maaf, dari yang kemarin diumumkan perusahaannya yang bermain hampir banyak perusahaan yang disebutkan hampir banyak dari Sumatera Utara semua," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Saat ini, kata Bobby, pihaknya sedang mendiskusikan soal pembuatan aturan DMO Daerah 30 persen dari 35 persen DMO Nasional dapat di kelola di Sumut. Sebab selama ini, kebanyakan minyak goreng malah di jual di Jawa maupun Indonesia bagian Timur.

"Oleh karena itu sedang kami coba, cuman tidak kumulatif, tidak langsung dikumpulkan di Sumatera Utara, kami inginnya Bu Betty kemarin saya sudah diskusi dengan BUMD, kalau di nasional ada DMO untuk CPO tapi kebanyakan ini karena harga di Jawa dan di Timur agak lebih tinggi, DMO 35 persen yang sudah ditetapkan oleh pemerintah nggak lari ke sini, padahal kita penghasil, lari ke luar, sehingga ketika kita nyari minyak goreng susah di Sumatera Utara," jelasnya.

Sehingga nanti CPO dapat dikelola di daerah-daerah penghasil kelapa sawit di Sumut menjadi minyak goreng. Namun DMO Daerah itu tidak boleh dikelola oleh afiliasi perusahaan kelapa sawit itu sendiri.

"Jadi nanti tolong kami akan coba sosialisasikan nanti daerah-daerah penghasil kelapa sawit, CPO, kalau boleh kami nanti ingin usulkan ada DMOD, jadi kalau boleh CPO yang dihasilkan di Deli Serdang dari 35 persen yang sudah disampaikan DMO nasional 30 persennya harus diolah untuk minyak goreng di wilayah Deli Serdang, tapi tidak boleh afiliasi, kalau afiliasi nanti di situ-situ lagi, kalau afiliasi misalnya nanti kebunnya punya PT Socfindo, PKS nya punya Socfindo, refinery nya punya Socfindo, nggak boleh afiliasi. Nanti yang beli 30 persen itu kalau boleh silahkan buat BUMD-BUMD untuk penampung minyak goreng," ucapnya.

Bobby mendorong agar kepala daerah membentuk BUMD untuk dapat memproduksi minyak goreng ke depan. Langkah ini dinilai dapat mengatasi masalah minyak goreng yang susah didapatkan masyarakat.

"Ini yang lagi kami diskusikan, kalau ini bisa kami yakin minyak goreng yang ada di Sumatera Utara ini nggak susah lagi kita nyarinya, nanti mau bantu masyarakat minyak goreng nggak perlu beli lagi Pak Bupati, ada BUMD masing-masing," tuturnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Eks Ombudsman Diduga Ubah LHP yang Harusnya Usut Migor Langka"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads