Program bantuan pangan diusulkan kembali disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Usulan tersebut telah mendapat persetujuan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Perum Bulog dan Komisi IV DPR RI.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa tambahan bantuan pangan dianggap penting untuk mengantisipasi dampak El Nino ekstrem. Menurutnya, program itu dapat membantu menjaga ketahanan pangan masyarakat.
"Kemarin yang disetujui dari rapat dengar pendapat dengan Komisi IV adalah disetujuinya program tambahan bantuan pangan untuk periode ke depan," kata Rizal saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan bahwa usulan tambahan bantuan pangan tersebut berasal dari Komisi IV DPR. Saat ini, Bulog masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait waktu pelaksanaan program tersebut. Namun, bantuan dipastikan akan disalurkan selama dua bulan.
Berbeda dengan program sebelumnya, bantuan pangan yang diusulkan kali ini hanya berupa beras tanpa minyak goreng. Rizal mengatakan setiap penerima nantinya akan memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan, sehingga total bantuan yang diterima selama dua bulan mencapai 20 kilogram.
"Kalau yang bantuan pangan ke depan, kita fokuskan, kami sarankan kemarin sesuai dengan rapat dengan RDP adalah berasnya saja, tidak dengan minyaknya. Karena yang disetujui oleh Komisi IV adalah berasnya saja," terang Rizal.
(afb/afb)











































