Aceh Alami Inflasi 5,31% pada Maret, Tertinggi di Aceh Tengah

Aceh

Aceh Alami Inflasi 5,31% pada Maret, Tertinggi di Aceh Tengah

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 01 Apr 2026 23:19 WIB
Aceh Alami Inflasi 5,31% pada Maret, Tertinggi di Aceh Tengah
Foto: Ilustrasi Inflasi. (Getty Images/Javier Ghersi)
Banda Aceh -

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat inflasi tahunan (year on year) di Tanah Rencong pada Maret 2026 sebesar 5,31 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,01. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh Tengah dan terendah di Aceh Tamiang.

"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran," kata Plh Kepala BPS Provinsi Aceh Tasdik Ilhamudin dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

BPS mencatat inflasi di Aceh Tengah sebesar 6,07 persen, Lhokseumawe sebesar 5,46 persen, Kota Banda Aceh 5,20 persen, Meulaboh sebesar 4,95 persen serta Aceh Tamiang sebesar 4,84 persen. BPS memantau perkembangan inflasi di lima daerah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tasdik menjelaskan, 10 komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y antara lain tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), daging ayam ras, udang basah, Sigaret Kretek Tangan (SKT), mie, dan minyak goreng.

ADVERTISEMENT

Sementara 10 komoditas dominan penyumbang deflasi di antaranya cabai merah, kentang, bawang putih, baju muslim wanita, cabai rawit, bawang merah, sekolah menengah atas, ikan biji nangka/ikan kuniran, wortel, sekolah menengah pertama.

Bila dilihat secara bulan (month to month), inflasi Aceh pada Maret sebesar 0,04 persen, dan tingkat deflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,34 persen. 10 komoditas yang dominan memberikan inflasi m-to-m antara lain udang basah, nasi dengan lauk, telur ayam ras, bensin, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, cumi-cumi, mobil, ikan cakalang/ ikan sisik, sigaret kretek mesin (SKM), dan jeruk.

Sedangkan komoditas penyumbang sumbangan deflasi m-to-m antara lain tomat, ikan bandeng/ikan bolu, cabai merah, emas perhiasan, baju muslim wanita, cabai rawit, ikan kembung/ikan gembung, beras, angkutan udara, dan ikan biji nangka/ikan kuniran.

"Pada Maret 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan inflasi y-on-y yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,03 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,05 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,07 persen. Sementara kelompok pendidikan pada Maret 2026 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi y-on-y," jelasnya.




(agse/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads