Sumut Deflasi 0,13% gegara Harga Cabai Merah Anjlok

Sumut Deflasi 0,13% gegara Harga Cabai Merah Anjlok

Kartika Sari - detikSumut
Rabu, 01 Apr 2026 17:01 WIB
Ilustrasi investasi dan ekonomi
Foto: freepik/Freepik
Medan -

Sumatera Utara mengalami deflasi sebesar 0,13% per Maret 2026. Anjloknya harga cabai merah menyumbang andil terbesar terjadinya deflasi.

"Pada periode Ramadan dan Lebaran, kita alami deflasi 0,13%," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Asim Saputra, Rabu (1/4/2026).

Berdasarkan data BPS Sumut, deflasi terbesar berasal dari makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,13% dan andilnya 0,13% dari kelompok komoditas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asim menyebutkan bahwa harga cabai merah yang berkisar Rp 20 ribu-Rp 30 ribu per kg ini membuat komoditi ini menjadi penyumbang deflasi terbesar di Sumut.

"Cabai merah mendominasi di Sumut dengan stok yang melimpah saat ini di Maret 2026 menyumbang deflasi 0,19% dengan harga rata-rata Rp 20 ribu-Rp 30 ribu, saat ini cabai merah menjadi penyumbang deflasi terbesar di Sumut pada periode Lebaran 2026," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain cabai merah, komoditi tomat juga menyumbang deflasi 0,13%, cabai rawit 0,09%, emas perhiasan 0,07%, maupun bawang merah 0,05%.

Sementara itu, ada lima komoditi yang turut menyumbang inflasi seperti ikan dencis dengan andil 0,06%, ikan kembung 0,04%, udang basah 0,04%, bensin 0,03%, maupun ikan lele dengan andil 0,02%

Di samping itu, Asim juga membeberkan semua kota/kabupaten IHK di Sumut turut mengalami deflasi, di antaranya ada Labuhanbatu yang alami deflasi terdalam sebesar 0,57%, Gunungsitoli 0,43%, Karo 0,38%, Deli Serdang 0,26%, Sibolga 0,20%, dan Medan serta Padangsidimpuan yang deflasi 0,01%.




(ksr/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads