KPPU Selidiki Indikasi Kartel Kenaikan Tarif Kapal Ferry Batam-Singapura

Kepulauan Riau

KPPU Selidiki Indikasi Kartel Kenaikan Tarif Kapal Ferry Batam-Singapura

Alamudin Hamapu - detikSumut
Sabtu, 24 Sep 2022 18:30 WIB
KPPU meminta klarifikasi para pihak terkait kenaikan tarif Ferry Batam-Singapura.
KPPU meminta klarifikasi para pihak terkait kenaikan tarif Ferry Batam-Singapura. (Foto: Istimewa)
Batam -

Tarif tiket penyeberangan Ferry internasional rute Batam-Singapura naik 100 persen setelah perbatasan kedua wilayah kembali dibuka. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pun turun tangan untuk menyelidiki dugaan praktik kartel dalam penetapan tarif ferry yang naik dua kali lipat itu.

Kepala Kanwil I Medan, Ridho Pamungkas mengungkapkan, pihaknya telah melakukan klarifikasi ke sejumlah pihak, di antaranya meminta keterangan pengelola pelabuhan internasional, anggota bidang pengelolaan kawasan dan investasi BP Batam, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, dan GM Pelabuhan Penumpang beserta jajaran.

"Klarifikasi telah selesai dilakukan, dan saat ini kita masuk ke dalam tahap penyelidikan, atas dugaan pelanggaran Undang-Undang nomor 5 Tahun 1999, terkait penetapan tarif jasa layanan angkutan penyeberangan untuk angkutan penumpang kelas ekonomi rute Batam-Singapura (PP)," kata Ridho Pamungkas, Sabtu (24/9/2022).


Dari hasil klarifikasi yang dilakukan diketahui telah ada pembahasan pihak pelabuhan dan operator kapal ferry internasional. Pada pertemuan tanggal 17 Juli dan 25 Agustus 2022 yang lalu, operator kapal memberikan keterangan minimnya tingkat okupansi yang masih 30 persen, sehingga operator mematok harga Rp 700 ribu untuk tiket perjalanan pulang pergi. Operator ferry rute Batam-Singapura berjanji akan menurunkan harga tiket kembali normal jika okupansi mencapai 50 persen.

"Kami bukan fokus pada tarif tetapi pada adanya indikasi kesepakatan harga dimana 4 operator ferry Batam-Singapura mematok harga yang sama. Dengan adanya persaingan harga, otomatis harga akan mengarah harga yang kompetitif dan operator juga akan bersaing dari segi pelayanan untuk menarik konsumen, sehingga konsumen mendapat harga yang wajar dan pelayanan yang berkualitas," jelasya.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Harlas Buana dalam klarifikasi yang dilakukan KPPU menyampaikan bisa tidaknya BP Batam selaku regulator untuk membuat acuan tarif ferry internasional. KPPU pun meminta BP Batam untuk mempelajari dari sisi dasar hukum dan kewenangannya.

"Secara konsep, Tarif Batas Atas (TBA) untuk melindungi konsumen dan Tarif Batas Bawah (TBB) untuk melindungi produsen. Silahkan jika BP Batam akan menyusun formula perhitungan tarif dan patokan TBA-TBB. Nantinya operator akan bersaing pada range harga tersebut sesuai dengan formula dan biaya produksi masing-masing yang tentunya berbeda. Konsumen untung dan produsen tidak rugi," tegasnya.

Sebelum mengalami kenaikan harga tiket kapal ferry rute Batam-Singapura berkisar di harga Rp 270 ribu hingga Rp 350 ribu untuk perjalan pulang pergi. Harga tiket ferry rute Batam-Singapura naik pasca pembukaan pintu perbatasan kedua negara yakni Singapura dan Batam, Indonesia.

Tiket Batam-Singapura sempat menyentuh harga Rp 00 ribu dan mengalami penurunan ke angka Rp 700 ribu usai mendapat protes dari pengguna jasa kapal cepat tersebut.



Simak Video "Investigasi KPPU Temukan Dugaan Adanya Kartel Minyak Goreng"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)