Produk UMKM Tembung akan Dipajang Selama Setahun di Gedung Sarinah

Kartika Sari - detikSumut
Jumat, 22 Jul 2022 01:51 WIB
Menves Bahlil Lahadalia saat berbincang dengan pelaku UMKM. Kartika Sari/detikSumut.
Foto: Menves Bahlil Lahadalia saat berbincang dengan pelaku UMKM. Kartika Sari/detikSumut
Medan -

Pelaku UMKM asal Tembung Prihatini begitu terharu saat usaha miliknya berupa kerajinan Tas Tali Kur akan dikontrak langsung oleh Menteri Investasi (Menves) Bahlil Lahadalia. Tak hanya itu, produk tersebut akan dipajang di Gedung Sarinah, Jakarta selama satu tahun.

"Jadi ibu mau tidak kalau usahanya dibawa atau dikenalkan ke Sarinah, serta mau gak di order kalau mau, nanti saya pesan ya tas Tali kur ini ukuran kecil dan besar totalnya 50 tas per bulannya, sanggup bu," ungkap Bahlil saat bincang-bincang dengan pelaku usaha yang sudah menerima NIB di Gelanggang USU, Kamis (21/9/2022).

Awalnya, Prihatini tampak ragu saat mendapat tawaran dari Bahlil. Ia sempat takut jika tak mampu memenuhi permintaan lantaran keterbatasan modal.


"Jadi benar tidak pak ini, nanti sudah saya buat malah tidak diterima saya yang rugi pak," ucapnya.

Mendengar hal tersebut, Bahlil juga kembali menawarkan Prihatini modal kerja dengan memanggil langsung Pejabat Sementara Regional CEO Bank BRI agar dapat membantu Prihatini untuk permodalan.

Sontak mendengar hal tersebut, Prihatin mengatakan dirinya mau pingsan. Ia mengakui masih ragu jika modal dari Bank itu harus dibayar kembali.

"Yang betul pak, udah lemas mau pingsan ini. Pak, kalau di bank harus dibayar lagi pak dan bunganya tapi jangan besar-besar lah pak," ucap dengan bergetar.

Mendengar jawaban Prihatini membuat gelak tawa baik kepada Bahlil ataupun para tamu undangan.

"Waduh, orang Medan ini ya, Medan ini bung. Inilah, ibu-ibunya aja gini, apalagi wali kotanya," ucap Bahlil disertai gelak tawa.

Akhirnya Bilal pun menjelaskan sistem modal di perbankan dan kemudian akhirnya Prihatini mengerti dan mengucapkan terimakasih.

"Pemerintah lewat dana pemulihan ekonomi mensubsidi bunga untuk pelaku UMKM yang hanya 3 persen. Kalau di koperasi atau rentenir-rentenir itu bisa sampai 18 persen sehingga pak Jokowi minta Bunga untuk UMKM itu disubsidi bayarnya harganya 3 persen," pungkasnya.



Simak Video "Perlunya 'Pahlawan' untuk Bantu UMKM Berinovasi dengan Teknologi"
[Gambas:Video 20detik]
(bpa/bpa)